<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176</id><updated>2012-02-24T20:19:04.586-08:00</updated><title type='text'>Saung Inspirasi (Catatan Bang Jamal)</title><subtitle type='html'>membuka hati menuai inspirasi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-2304549632064081199</id><published>2011-09-11T05:15:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T05:29:20.893-07:00</updated><title type='text'>The Power of Patience</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Patience gets this predator its prey&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik jika memperhatikan tayangan acara documentary channel  di televisi. Bagaimana, para hewan pemangsa di darat berburu mangsanya di hutan belantara. Mereka mengandalkan kekuatan, kecepatan, dan keperkasaannya untuk menaklukan lawannya. Apa yang bisa kita amati dari mereka? Banyak mereka yang berhasil, tapi tidak sedikit juga yang gagal memangsa buruannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan buaya, hewan yang bisa juga memangsa di darat lebih senang mencari buruannya di dalam air. Buaya sering menghabiskan waktunya di dalam air untuk berburu mangsanya. Ia merendamkan dirinya dalam kurun yang cukup lama, diam tak bergerak, tapi tetap sigap mengamati sekelilingnya. Ia  konsentrasi penuh mengidedentifikasi targetnya dengan jelas. Tenang, dengan penuh penghayatan dan tak pernah mengeluh ia tetap dalam posisi menunggu target yang siap untuk di lahapnya. Inilah yang membedakan buaya dengan hewan darat pemangsa lainnya. Ia memiliki kekuatan yang tak dimiliki oleh yang lain yakni kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena alamiah di sekitar ini adalah pelajaran yang baik bagi kita, terutama bagi kita yang selama ini sering tak sabar dan berputus asa. Betapa tidak, banyak di antara kita selama ini harus kehilangan kesempatan suksesnya karena tak sabar. Kita telah membuang segala upaya, jeri payah, bahkan doa-doa panjang di setengah malam kita. Kita berhenti, lalu memulai sesuatu yang baru. Meninggalkan seluruh usaha keras kita pada titik di mana segala sesuatunya belum kita dapatkan. Bahkan, kita menyalahkan sambil memaki Tuhan karena merasa doa dan usahanya belum juga dikabulkan. Naif.  Padahal kita belum pernah tahu takdir kita pada hari pertama setelah kita menghentikan ikhtiar dan doa kita. Sungguh, sesuatu yang mungkin tidak pernah akan kita duga, kalau ternyata  hari itu adalah awal kesuksesan yang selama ini kita harapkan dan usahakan selama berhari-hari. (bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-2304549632064081199?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/2304549632064081199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=2304549632064081199' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/2304549632064081199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/2304549632064081199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2011/09/power-of-patience.html' title='The Power of Patience'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-9124792715592816985</id><published>2010-08-04T21:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T21:31:17.110-07:00</updated><title type='text'>Daging Lebaran Murah Berkualitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/TFo-b4BuTcI/AAAAAAAAABg/uxNM8xBTx_M/s1600/sapi+bandot.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/TFo-b4BuTcI/AAAAAAAAABg/uxNM8xBTx_M/s320/sapi+bandot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501778543403486658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam merupakan hari besar yang memiliki nilai tersendiri di hati. Semua kalangan menyambut gembira kedatangan hari raya ini. Hari raya Idul fitri adalah pertanda kemenangan setelah melaksanakan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk kegembiraan yang biasa diekspresikan umat Islam Indonesia adalah dengan menjadikan hari ini sebagai sarana untuk bersilahturahin dengan para tetangga, kerabat dan handaitaulan.  Karena tidak sedikit bagi mereka yang menyiapkan hari raya ini dengan menyediakan banyak makanan istimewa untuk dihidangkan bagi keluarga maupun para tamu yang dating bersilaturahim. Di antara makanan yang ada adalah Menu berbahan baku daging dan ayam seperti menjadi menu wajib bagi sebagian besar umat Islam yang merayakan hari raya idul fitri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal di atas, bersama ini kami mengajukan kerjasama penjualan daging sapi murah, berkualitas dengan harga terjangkau bagi anggota koperasi dan masyrakat umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membantu masyarakan dalam menyediakan bahan daging berkualitas dengan harga terjangkau&lt;br /&gt;2. Menjamin masyarakat mendapatkan daging lebaran yang halal dan sehat&lt;br /&gt;3. Memberikan tambahan pendapatan bagi lembaga/yayasan/koperasi dan personal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPESIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging yang kami jual adalah daging yang dibekukan dengan sistem quick freezer (pembekuan cepat) dimana dalam waktu 30 detik sudah menjadi beku. Hal ini akan menghindari pembusukan dan kami pastikan bahwa aging dalam kondisi baik dan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini sangat ampuh untuk menghindari pembusukan. Hal ini bisa dibandingkan dengan daging yang tidak dibekukan ia akan dihinggapi lalat, lama di perjalanan adalah sebagai pintu masuk mikroba untuk melakukan dekomposisi (pembusukan). Jadi cara pembekuan ini adalah cara terbaik dan modern bagi produk segar sampai ke konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging yang kami jual memiliki kreteria :&lt;br /&gt;1. Sehat (bahan asalnya dari sapi pilihan, penanganannya secara modern dan bersih) &lt;br /&gt;2. Aman (bisa dikonsumsi semua umur karena bebas dari penyakit sapi gila dll)&lt;br /&gt;3. Utuh (timbangan tepat, jenis daging tidak dicampur/oplos dengan jenis daging yang lebih rendah kualitasnya)&lt;br /&gt;4. Halal (dengan sertifikasi halal dari lembaga resmi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga di pasar saat ini untuk produk daging knackle Rp 62.000-Rp 68.000, sedangkan untuk menjelang hari raya diperkirakan Rp 75.000 – Rp 80.000, produk daging jenis knackle yang kami jual cuma seharga Rp 68.000 (include margin Rp 5000,00 per kg untuk komisi penjualan. Jadi jelas harga ini sangat kompetitif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;BENTUK KERJASAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kerjasama yang kami tawarkan adalah dengan menjadikan koperasi/yayasan/majelis taklim/ TPA/ Partai dll beserta jajaran anggotanya sebagai tenaga pemasar untuk penjualan daging ini. Adapun insentif yang kami tawarkan adalah sebagaimana terlihat dalam table harga di atas. Adapun kami dari UD Mandiri Sejahtera akan mensuplai kebutuhan daging yang berhasil dijual oleh para anggota.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penawaran ini kami sampaikan, semoga menjadi amal baik bagi koperasi amanah matahati dan juga UD. Mandiri Sejahtera, sebagai informasi bahwa kami telah melakukan penjualan daging lebaran ini sejak 6 tahun lalu dengan tingkat penjualan 400 kg – 1,5 ton dalam setiap tahunnya. Sekali lagi terimakasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Jamaludin&lt;br /&gt;021) 68962925&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-9124792715592816985?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/9124792715592816985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=9124792715592816985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/9124792715592816985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/9124792715592816985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2010/08/daging-lebaran-murah-berkualitas.html' title='Daging Lebaran Murah Berkualitas'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/TFo-b4BuTcI/AAAAAAAAABg/uxNM8xBTx_M/s72-c/sapi+bandot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-7605531211688480510</id><published>2010-05-27T17:41:00.001-07:00</published><updated>2010-05-27T18:01:29.033-07:00</updated><title type='text'>LANGKAHKAN KAKIMU DENGAN BASMALLAAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Setiap urusan yang tidak dibuka dengan bismillahi rrahmanirrahim akan terpotong” (HR. Rahawih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang nampaknya sepele tapi sungguh memiliki kekuatan yang amat dasyat  dalam hidup kita. Memulai sesuatu dengan mengucapkan lafaz basmallah adalah perbuatan yang amat terpuji dan dicintai Allah dan rasulnya. Karena basmallah adalah kalimat yang berisikan kalimat agung yang berbobot dan bernilai ibadah. Melafazkan kalimat ini di awal aktifitas kita berarti kita sedang menancapkan niat yang lurus, bahwa aktifitas kita tersebut sebagai ibadah kepada Tuhan yang maha agung. Ketika kita keluar rumah di pagi hari untuk mencari nafkah untuk keluarga  dengan mengawali langkah kaki kita dengan membaca basmallah sepenuh hati dan dengan lisan yang lurus maka Insya Allah inilah awal jihad di pagi hari yang bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali setiap langkah yang kita lakukan dengan ucapan bismillahirrahmannirrahim adalah sebuah upaya untuk membuat sentuhan sakral terhadap apa yang kita lakukan. Saat itu kita sedang membuat koneksi kepada Allah. Kita sedang melibatkan Allah sebagai sebuah kekuatan agung untuk mencampuri  daya upaya kita. Karena kita tahu bahwa apa yang terjadi terhadap apapun yang ada di dunia ini adalah berkat izin Allah. La haula wa laa quwwata illa billah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harjani Hafni dalam bukunya the 7 islamic daily habbits, menyatakan bahwa mengawali aktivitas kerja dengan mengucapkan basmallah berarti seseorang sedang memasang/menyetel sebuah frekuensi qalbu/hati di gelombang 99 atau gelombang asmaul husna.  Kenapa kita perlu menyetel frekuensi hati kita sebelum memulai aktivitas, Hafni lebih lanjut menyatakan bahwa berdasarkan ayat-ayat qur’an dan hadits nabi hati manusia memiliki gelombang yang bervariasi dan cenderung berubah-buah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran jika nabi pernah mengajarkan kepada kita sebuah doa untuk meneguhkan hati, yakni doa yang lafaznya Yaa muqolibal qulub tsabbit qolbi alaa diniika wa alaa thoatika. “wahai pembolak-balik hati teguhkanlah hatiku dalam agamaMu dan ketaatan kepadaMu.  Inilah rahasia hati, sebuah instrumen dalam diri kita yang sangat vital yang mampu mempengaruhi alam berfikir kita, langkah dan gerak, perasaan, semangat, etos dan attitude diri. Dan jelas faktor-faktor tersebutlah yang mampu mempengaruhi kesuksesan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga Hafni, Syahid Murza Mutahhari dalam  bukunya “understanding the Noble Quran” menuliskan bahwa seseorang yang memulai rangkaian aktivitasnya dengan basmallah maka seseorang tersebut menganggap Allah sebagai sebuah zat yang Maha Suci dan sumber kekuatan dari segala keagungan. Memulai sebuah tindakan dengan nama-Nya ini  berarti menyerahkan segala urusan untuk dinilai Allah dan hasilnya sepenuhnya diserahkan kepada Allah. Ini adalah sebuah bentuk ketulusan dan keberserahan diri yang ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lafaz basmallah yang dibaca dengan penuh keyakinan dan keikhlasan setiap kita mengawali aktivitas pastinya akan memiliki kekuatan (The Power of Basmallah). Hafni, menjelaskan kekuatan itu berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Memulai aktivitas dengan basmallah adalah sebuah langkah yang benar,  langkah inilah yang selanjutnya akan mampu melahirkan kesuksesan berikutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Basmallah adalah sebuah suara hati, sebuah gelombang yang batin yang diisyaratkan kepada Allah,tuhan yang Maha Agung. Ketika kita membacanya maka Allah  akan memberikan bimbingan kepada kita. Dia akan memberikan petunjuk dan arahan kepada kita dalam melaksanakan langkah demi langkah, membuka ruang inspirasi kita. Ketika kita dalam keraguan, kebimbangan bahkan sebuah pilihan yang sulit Dia akan menuntun kita. Lebih dari itu ketika kita sedang tergoda oleh penyimpangan, kecurangan maka sinyal hati kita akan memberikan kontrol dan pengingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Basmallah juga mampu mentransformasi berita yang kita terima agar berproses menjadi iradah dan niat yang hanya melakukan yang baik-baik saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The power of Basmallah ini akan bekerja efektif ketika diucapkan dengan selaras antara hati dan lisan. Pastikan hati dan lisan kita dalam keadaan terkoneksi. Hati yang bersih dan ikhlas akan mampu menerima gelombang dari lisan yang berucap.  Jika hati kotor, rusak maka tak mungkin sinyal lisan mampu memberikan kekuatan besar tersebut.  Maka, basmallah hanyalah sebagai sebuah kata lainnya, ia hanya sebuah kata-kaa yang tak bisa memandu suara hati kita menuju kesuksesan.Jadi pastikan langkah kita dengan mengucapkan basmallah dengan hati ikhlas dan rasakan keajaibannya!!! (wisma radja ayam bintaro, 28 Mei 2010)&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-7605531211688480510?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/7605531211688480510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=7605531211688480510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/7605531211688480510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/7605531211688480510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2010/05/langkahkan-kakimu-dengan-basmallaah.html' title='LANGKAHKAN KAKIMU DENGAN BASMALLAAH'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-5787440786363748195</id><published>2010-05-20T18:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T18:57:27.673-07:00</updated><title type='text'>Berpikir Positif dan Rasakan Keajibannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S_XoMukwXqI/AAAAAAAAABY/eZqfrCv1stw/s1600/rumah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 110px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S_XoMukwXqI/AAAAAAAAABY/eZqfrCv1stw/s400/rumah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473536227496976034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya” (W.W. Ziege)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mendengar atau membaca kisah sukses Abdurrahman bin ’Auf. Sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga ini adalah cermin yang mesti kita tiru dalam hidup ini. Kesuksesannya berbisnis tak membuatnya sombong dan berbangga diri, tapi sebaliknya ia tetap menunjukkan kebersahajaan dan keikhlasannya untuk berbagi bahkan berbagi sesuatu yang paling ia cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menarik diri pribadi beliau adalah keyakinannya yang baik akan potensi dirinya. kalimat yang pernah terluncur dari lisan beliau yang masyur adalah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sungguh, kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak……!”&lt;/span&gt; Abdurrahman bin Auf memberikan contoh konsep diri yang baik kepada kita. Konsep diri berupa keyakinan akan potensi diri yang luar biasa kepada setiap manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat di atas adalah bukan isyarat kesombongan dari seorang Abdurrahman bin ’Auf  tapi sebuah pikiran positif terhadap potensi diri yang diberikan Tuhan kepada setiap hambanya. Karena sesungguhnya karunia Tuhan begitu luas di muka bumi maupun langit ini. Persoalannya tinggal bagaimana kita mampu menggali potensi diri dalam mengembangkan potensi dan karunia Tuhan tersebut. Sehingga kita mampu mendapatkan manfaat dan memberikan manfaat kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin ’Auf  telah membuktikan bahwa untuk mencapai kesuksesan modal awal yang harus dimiliki setiap insan adalah berpikir positif terhadap dirinya, yakni memberikan kepercayaan, keyakinan akan potensi besar yang ada pada dirinya. Setelah meyakini diri sendiri, Abdurrahman bin ’Auf mencontohkan kepada kita bagaimana bagaimana ia membangun keyakinan akan kekuasaan Tuhan. Yakinlah, bahwa Tuhan tak pernah tidur. Ia akan memberikan apapun yang diminta hambanya, selagi hambanya melakukan  ikhtiar yang maksimal untuk membuktikan pikiran positifnya tersebut. &lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf  mengatakan, ”seandainya aku mengangkat batu niscaya ketemukan di bawahnya emas dan perak ....!”  Tahukah Anda apa isyarat apa  yang mau digambarkan Abdurrahman bin ’Auf tersebut? Ia sedang mengisyaratkan jika hamba-hamba Tuhan mau bekerja, berjuang, berikhtiar dan melakukan kreatifitas  maka pasti akan menghasilkan sesuatu yang memberikan manfaat kepada dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep di atas bukan isapan jempol, Kita tahu bahwa Abdurrahman bin ’Auf adalah sahabat terkaya di Mekkah. Pasti kita juga masih ingat kisah hijrah penduduk Mekkah ke Madinah. Hijrah yang dilakukan nabi dan para sahabat muhajirin mengharuskan Abdurrahman bin ’Auf meninggalkan harta kekayaannya. Seperti juga sahabat lainnya Abdurrahman bin ’Auf hanya membawa harta secukupnya untuk di bawa ke Madinah. Ia adalah sosok manusia yang tidak menggenggam hartanya di hati, ia bisa mengikhlaskan apa yang ia tinggalkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika di sampai di Madinah sahabat anshor menawarkan kepadanya harta kekayaan karena mereka tahu bahwa Abdurahman adalah orang kaya yang telah meninggalkan hartanya untuk hijrah ke Madina mengikuti perintah nabi. Tapi, Abdurrahman bin ’Auf menolak tawaran harta sahabat Anshor tersebut. Ia lebih memilih untuk diberitahu di mana pasar berada? Ia ingin memulai bisnis baru di Madinah. Apakah yang diperdagangkan Abdurrahman bin ’Auf? Ia memulai bisnis tali pengikat kuda. Dan inilah awal bisnis Abdurrahman bin ’Auf yang selanjutnya mengembalikan hartanya yang telah ia tinggalkan. Abdurrahman bin ’Auf sukses berbisnis di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pelajaran yang perlu kita ambil dari cerita di atas adalah bahwa modal kesuksesan adalah tidak semata faktor modal yang besar, pendidikan yang tinggi. Sukses selalu diawali oleh pikiran positif seseorang dalam memandang dirinya, meyakini kekuasan Tuhan dan cara pandang terhadap kehidupan yang akan ia jalani. Ketika kita  berpikir positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi dari pada bereaksi karenak kita akan  lebih fokus mencapai tujuan kita  dari pada  memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert J. Hasting pernah berkata, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”. Sekarang saatnya diri Anda memutuskan apakah Anda ingin menjadi pribadi sukses atau  menjadi pecundang yang terus berpikir kalah dan gagal. Pastikan diri kita adalah pemenang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nur jamaludin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-5787440786363748195?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/5787440786363748195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=5787440786363748195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5787440786363748195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5787440786363748195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2010/05/berpikir-positif-dan-rasakan.html' title='Berpikir Positif dan Rasakan Keajibannya'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S_XoMukwXqI/AAAAAAAAABY/eZqfrCv1stw/s72-c/rumah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-5951008271809347712</id><published>2010-04-12T05:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T05:40:59.878-07:00</updated><title type='text'>Ayah; Berapa Tarif Ayah 1 jam?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S8MUvu0oT_I/AAAAAAAAABQ/pCSYDro0HAQ/s1600/ayah+anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 252px; height: 201px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S8MUvu0oT_I/AAAAAAAAABQ/pCSYDro0HAQ/s400/ayah+anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459229983558356978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa Rudi, Kepala  cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba dirumahnya pada pukul 9 malam. Tak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koq belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntutui sang ayah menuju ruang keluarga. Imron menjawab, ”Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lho, tumben, koq nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah enggak. Pengen tahu aja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,00 dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan terlevisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalo satu hari ayah dibayar Rp 400.000,00 untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,00 dong,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wah pinter kamu. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya,”Ayah, aku boleh pinjem uang Rp 5.000,00 nggak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah, anggak usaha macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam bergini? Dan mau mandi dulu. ”Tidurlah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi Ayah...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Rudi habis. ”Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itupun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamarnya. Anak kesayangannya belum juga tidur. Yang terlihat justru Imron sedang terisak menahan tangis, airmatanya deras mengalir hingga membasahi sebagian wajahnya. Di tangannya terlihat sedang menggenggam uang Rp 10.000an dan selembar Rp 5000-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata,”Maafkan Ayah, Nak.Ayah sayang sama kamu. Buat apa sich minta uangmalam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp 5.000,00 lebih dari itu pun ayah kasih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ayah, aku anggak mnta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya, iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,00 Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah diayar Rp 40.000,00 maka setengah jam aku bayar Rp 20.000,00. Duit tabunganku kurang Rp 15.000,00 Maka aku mau pinjam dari ayah,” kata Imron polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya anak-anak yang orang tuanya berkarir saat ini memang merindukan saat-saat bercengkramadengan orang tuanya. Saat dimana mereka tidak merasa ”disingkirkan” dan diserahkan kepada pembantu, suster, atau supir pribadi. Mereka tidak butuh uang  yang lebih banyak. Mereka ingin merasakan sentuahan kasih sayanga Ayah dan Ibunya. Apakah hal ini berlebihan? (life gazette:sept-okt 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-5951008271809347712?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/5951008271809347712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=5951008271809347712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5951008271809347712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5951008271809347712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2010/04/ayah-berapa-tarif-ayah-1-jam.html' title='Ayah; Berapa Tarif Ayah 1 jam?'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S8MUvu0oT_I/AAAAAAAAABQ/pCSYDro0HAQ/s72-c/ayah+anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-8337826628270876746</id><published>2010-02-17T19:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T19:29:18.487-08:00</updated><title type='text'>Berkenalan dengan Reksadana (bag II)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S3yz5FM2kyI/AAAAAAAAABI/o8gBI6BgL4w/s1600-h/reksadana.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S3yz5FM2kyI/AAAAAAAAABI/o8gBI6BgL4w/s400/reksadana.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439420243186717474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat Pagi teman-teman!!!&lt;br /&gt;Senang bisa kembali berbagi dengan teman-teman kami di grup facebook Tips Perencanaan Kuangaan Prodigy....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah lanjutan tulisan saya 1 pekan yang lalu, bagi Anda yang belum membaca tulisan sebelumnya silahkan buka http://melek-financial.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Reksadana:&lt;br /&gt;Untuk berinvestasi ke reksadana ada baiknya kita mengenal profil resiko kita, ini penting untuk mengukur dan menyesuaikan profil resiko dengan tujuan investasi masing-masing, sebelum kita memutuskan untuk membeli reksadana. Selain itu penting juga kita mendiversifikasi pilihan reksada kita. Karena prinsip dasar dari investasi adalah ”jangan letakkan telurmu dalam satu keranjang”. Maksud dari idiom itu adalah agar resiko pecah telur itu dapat diminamilisasi sekecil mungkin atau dalam investasi resiko kerugian dapat diminimalisasi selain itu juga untuk mengiptimalisasi keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip lainnya yang harus kita pahami adalah jangka waktu dan tujuan investasi. Jika kita ingin berinvestasi jangka panjang maka ambillah produk reksadana yang lebih memberikan keuntungan optimal yakni reksadana saham (equity) dari pada reksadana pendapatan tetap. Begitu juga sebaliknya. Penentuan jangka waktu dan pilihan investasi ini yang kemudian dapat menentukan efektifitas hasil investasi yang kita inginkan dan juga mengurangi dampak kerugian karena salah menentukan instrumen yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk profil resiko kita harus mengukur termasuk tipe atau golongan orang yang manakah kita. Setidaknya ada 3 tipe investor: pertama orang yang berani mengambil resiko, kedua orang yang berda dalam posisi tengah yakni antara berani dan takut dalam mengambil resiko dan yang terakhir adalah orang yang sangat menghindari resiko. Jika kita telah mengetahui termasuk tipe manakah kita maka hal ini penting untuk diperhatikan dalam berinvestasi di reksadana. Jika Anda termasuk risk taker jangan segan untuk memilih reksadana yang memberikan peluang keuntungan yang lebih maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar portofolio investasinya yang ditentukan oleh MI, reksadana dibagi menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Reksadana Pasar Uang&lt;br /&gt;Reksadana yang mayoritas alokasi investasinya pada efek pasar uang, yaitu efek utang berjangka kurang dari satu tahun seperti SBI, deposito, dan sebagainya. Tingkat risiko (dan return) relatif paling rendah. Reksadana ini cocok untuk jangka pendek sebagai pelengkap tabungan atau deposito. Tidak ada biaya pembelian dan penjualan kembali. NAB/NAV per UP selalu “di-reset” Rp 1.000 setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Reksadana Pendapatan Tetap&lt;br /&gt;Reksadana yang setidaknya 80% alokasi investasinya pada efek utang jangka panjang. Potensi risiko dan return lebih besar daripada tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Cocok untuk investasi jangka menengah (kurang dari 5 tahun). Ada sebagian reksadana yang membagikan keuntungan berupa dividen secara berkala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Reksadana Saham&lt;br /&gt;Reksadana yang melakukan investasi sekurangnya 80% dari portofolio ke efek ekuitas (saham). Dibanding reksadana lain, potensi risiko dan return relatif paling tinggi dan cocok untuk jangka panjang (3 tahun atau lebih). Resikonya paling besar tapi returnnya juga paling menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Reksadana Campuran&lt;br /&gt;Alokasi aset merupakan kombinasi antara efek ekuitas dan efek hutang yang tidak termasuk dalam kategori di atas. Potensi risiko dan return biasanya berada di antara reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Komposisi penempatan efek biasanya lebih fleksibel. Misalnya, saat bursa anjlok, Manajer investasi biasanya mengalihkan efek ekuaitas tersebut ke efek yang lebih kecil resikonya seperti obligasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam sejak awal tahun 2000an telah terbit reksadana syariah. sekarang pertumbuhannya makin banyak. Banyak perusahan MI yang telah menerbitkan reksadana syariah. Lantas apa itu reksadana syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksadana syariah adalah reksadana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada syari'at Islam. Reksadana syariah, misalnya tidak diinvestasikan pada saham-saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaan atau produknya bertentangan dengan syariat Islam. Seperti pabrik makanan/minuman yang mengandung alkohol, daging babi, rokok dan tembakau, jasa keuangan konvensional, pertahanan dan persenjataan serta bisnis hiburan yang berbau maksiat. (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Jamaludin&lt;br /&gt;(021) 68962925&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://melek-financial.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-8337826628270876746?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/8337826628270876746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=8337826628270876746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/8337826628270876746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/8337826628270876746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2010/02/berkenalan-dengan-reksadana-bag-ii.html' title='Berkenalan dengan Reksadana (bag II)'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/S3yz5FM2kyI/AAAAAAAAABI/o8gBI6BgL4w/s72-c/reksadana.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-5139711867993894983</id><published>2010-01-11T03:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-11T03:15:06.780-08:00</updated><title type='text'>Mobil Mewah di tengah Rakyat Susah</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data WHO menyebutkan, selama tiga tahun terakhir (2005-2007) sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri akibat kemiskinan dan himpitan ekonomi (Harian SIB). Di Yahukimo, Papua, dikabarkan 113 orang meninggal dunia karena kelaparan (Okezone.com) . Berdasarkan data statistik kesehatan Departemen Kesehatan tahun 2005, dari 241.973.879 penduduk Indonesia sebanyak enam persen atau sekitar 14.500.000 orang menderita gizi buruk (baca: kelaparan). Sebagian besar penderita gizi buruk tersebut berusia di bawah lima tahun (Kompas.com) . Sepertiga Balita di Indonesia mengalami kurang gizi/busung lapar akibat kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hutang Indonesia setiap tahun terus bertambah hingga saat ini melebihi Rp 1.600 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh di tengah kemiskinan rakyat dan juga hutang yang kian menggunung, para pejabat membagi-bagi mobil mewah Toyota Crown senilai Rp 1,3 milyar! Segelintir pejabat seperti pimpinan KPK menolak mobil mewah tersebut dengan alas an mobil lama sudah mencukupi. Sementara Wakil Ketua DPR, Pramono Anung dari PDIP masih punya nurani untuk menolak mobil mewah tersebut dengan alasan sudah punya mobil pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sayangnya banyak pejabat yang masih belum punya kepekaan sosial. Seorang menteri berkata bahwa mobil senilai Rp 1,3 milyar itu tidak mewah. “Toh itu merupakan simbol negara dan uangnya juga ada kan?”, begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin menteri itu tidak sadar jika para pejabat rela dengan mobil dinas sebelumnya seharga Rp 350 juta, maka bisa dihemat uang sebesar hampir Rp 1 milyar untuk setiap mobilnya. Hutang Indonesia bisa ditekan, dan uang tersebut bias digunakan untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada Rp 132 milyar yang seharusnya untuk mobil mewah Rp 1,3 milyar bagi para pejabat, maka jika para pejabat puas dengan mobil seharga Rp 300 juta, bisa dihemat uang sebesar Rp 100 milyar lebih. Uang tersebut bisa menyelamatkan 100 ribu rakyat Indonesia dari bahaya kelaparan selama setahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika dipikir, dengan gaji bersih total sekitar Rp 20 juta per bulan, para pejabat bisa mencicil mobil sebesar Rp 10 juta per bulan tanpa harus mengambil uang rakyat. Mayoritas rakyat Indonesia lainnya toh begitu. Menabung dari sisa gaji untuk beli rumah dan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya uang rakyat itu diutamakan untuk mensejahterakan rakyat atau minimal menyelamatkan rakyat dari bahaya kelaparan. Bukan justru dihamburkan untuk kemewahan para pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya dengan disedekahkan kepada fakir miskin; dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [Al An’aam 141]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berdoa mudah-mudahan tidak ada pejabat/pemimpin menuding rakyat sebagai boros untuk alasan menaikkan harga kebutuhan rakyat. Tapi kenyataan menunjukkan justru merekalah yang boros dan menaikkan harga barang karena ketamakan mereka kepada harta. Mudah-mudahan kita memiliki pemimpin yang sederhana, zuhud, qana’ah, dan gemar bersedekah untuk rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah mencela orang yang suka bermegah-megahan meski dengan dalih “Simbol Negara”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takatsuur:1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil dinas pejabat senilai Rp 1,3 milyar tidak akan dapat menyelamatkan rakyat Indonesia dari kelaparan. Akan lebih bermanfaat jika uang tersebut diberikan kepada ribuan fakir miskin agar mereka tidak kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta/kekayaan tidak ada manfaatnya jika dari yang haram atau tidak digunakan untuk membantu fakir miskin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” [Al Lahab:2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berkata: ”Demi Allah, bukan kefakiran yang aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah jika kekayaan dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka.” (Shahih Muslim No.5261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al Maa’uun disebut bahwa orang yang enggan menolong anak yatim dan fakir miskin dengan barang berguna sebagai pendusta agama meski dia sholat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat ria. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” [Al Maa’uun:1-7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah melarang kita menghambur-hamburka n harta secara boros. Sebaliknya memerintahkan kita untuk bersedekah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburka n (hartamu) secara boros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad sendiri selaku Nabi dan pimpinan negara di mana kerajaan Romawi dan Persia sudah hampir jatuh di tangannya meski kaya menolak hidup mewah. Pada zaman Sahabat kedua kerajaan besar itu takluk di tangan Islam. Tidak seperti Raja Romawi dan Persia yang hidup mewah bergelimang harta, beliau hidup sederhana. Nabi tidur hanya beralaskan pelepah kurma sementara perabot rumahnya sedikit sekali sehingga membuat Umar ra menangis terharu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Umar ra: Aku (Umar) lalu segera masuk menemui Rasulullah saw.. yang sedang berbaring di atas sebuah tikar. Aku duduk di dekatnya lalu beliau menurunkan kain sarungnya dan tidak ada sesuatu lain yang menutupi beliau selain kain itu. Terlihatlah tikar telah meninggalkan bekas di tubuh beliau. Kemudian aku melayangkan pandangan ke sekitar kamar beliau. Tiba-tiba aku melihat segenggam gandum kira-kira seberat satu sha‘ dan daun penyamak kulit di salah satu sudut kamar serta sehelai kulit binatang yang belum sempurna disamak. Seketika kedua mataku meneteskan air mata tanpa dapat kutahan. Rasulullah bertanya: Apakah yang membuatmu menangis, wahai putra Khathab? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis, tikar itu telah membekas di pinggangmu dan tempat ini aku tidak melihat yang lain dari apa yang telah aku lihat. Sementara kaisar (raja Romawi) dan kisra (raja Persia) bergelimang buah-buahan dan sungai-sungai sedangkan engkau adalah utusan Allah dan hamba pilihan-Nya hanya berada dalam sebuah kamar pengasingan seperti ini. Rasulullah saw. lalu bersabda: Wahai putra Khathab, apakah kamu tidak rela, jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka? [Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Nabi tidak pernah 3 hari berturut-turut makan dengan kenyang. Selalu ada saat kelaparan setiap 3 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah melaporkan: Tidak pernah keluarga Muhammad (SAW) makan sampai kenyang dengan roti gandum untuk tiga malam berturut-turut sejak kedatangan mereka di Medina hingga wafatnya” [Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sunnah Nabi kita. Kaya, tapi memilih menyumbangkan kekayaannya untuk kejayaan Islam. Bukan menumpuk-numpuk kekayaannya untuk bermegah-megahan seperti dalam surat At Takatsuur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sunnah Nabi. Hidup sederhana dan gemar bersedekah untuk menolong fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua KPK, pak Bibit menyatakan bahwa, “Gaji kecil/besar itu relatif. Meski gaji kecil, jika hidup sederhana dengan makan nasi dan ikan asin, 2 bulan juga gaji masih ada. Tapi kalau makan tiap hari di Hyatt, maka 2 hari pun sudah habis.” Begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah tidak tamak atau serakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana presiden Iran, Ahmadinejad, hidup sederhana dengan mobil Peugeot 504. Dia duduk di lantai. Tidur dan shalat di karpet biasa. Makanannya roti biasa dengan sedikit lauk. Kesederhanaan itu justru membuat banyak orang kagum akan dirinya. Kesederhanaan itu tidak membuatnya rendah diri untuk berani melawan presiden AS, George W Bush mau pun Barak Obama untuk berdebat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua bisa hidup sederhana seperti itu dan juga bisa memiliki pemimpin yang sederhana dan tidak boros serta gemar bermewah-mewahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita butuh pemimpin yang sederhana seperti Nabi Muhammad SAW namun rajin bersedekah agar rakyatnya kelaparan. Bukan pemimpin yang bermewah-mewahan dengan memakai uang rakyat dengan alasan itu symbol negara sementara jutaan rakyatnya dilanda kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan baca selengkapnya berikut foto-foto di:&lt;br /&gt;http://kabarislam.wordpress.com/2010/01/06/mobil-mewah-pejabat-rp-13-milyar-dan-jutaan-rakyat-yang-kelaparan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50 Ribu Orang Indonesia Bunuh Diri Akibat Kemiskinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta (SIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta kesehatan jiwa di ibukota Jakarta semakin memprihatinkan, di mana dari delapan juta penduduk Indonesia, dua juta di antaranya atau satu banding empat, menderita gangguan neurotik atau gangguan kecemasan.&lt;br /&gt;“Gangguan ini tidak berbahaya namun mengurangi produktivitas,” kata Staf Ahli Menteri Kesehatan, Rahmi Kuntoro saat member sambutan pada Seminar “Kesehatan Jiwa Menjadi Prioritas global di Indonesia di Jakarta, Rabu.&lt;br /&gt;Sementara itu 8.000 dari dua juta penduduk Jakarta terdeteksi mengalami gangguan jiwa skizofrenia, yang pada level ini gangguan jiwa sudah dalam kategori berat. Data WHO menyebutkan, selama tiga tahun terakhir (2005-2007) sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri akibat kemiskinan dan himpitan ekonomi. Faktor ekonomi ini, ujarnya memang membuat seseorang menjadi rentan terhadap stress, cemas, ketergantungan pada zat psikoaktif serta berperilaku menyimpang. (Ant/k)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hariansib.com/?p=44698&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ajak Anak Bunuh Diri Karena Kemiskinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 11 Sept 2009 19:53:41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blitar - WU (29) seorang ibu rumah tangga asal Dusun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggirsari, Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, nekat mengajak anak kandungnya, Danang (9), untuk bunuh diri, diduga karena alasan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi nekat seorang ibu tersebut diduga kuat lantaran beban hidup yang selama ini melekat kepada keluarganya, dirasa semakin berat, sehingga nekat bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.antarajatim.com/lihat/berita/16777/Ibu-Ajak-Anak-Bunuh-Diri-Karena-Kemiskinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunuh Diri karena Kemiskinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 2 Juli 2009 | 8:58 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CILEGON | SURYA.CO.ID — Seorang ibu rumah tangga bernama Dasty (50) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Banten, itu diduga tertekan karena kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.surya.co.id/2009/07/02/bunuh-diri-karena-kemiskinan.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban Tewas Akibat Kelaparan di Yahukimo Bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at, 4 September 2009 - 16:38 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Rahmatika Adriyati - Okezone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAYAPURA - Musibah kelaparan yang melanda Kabupaten Yahukimo, Papua memakan korban lagi. Dikabarkan, saat ini korban tewas bertambah 21 orang. Jadi total warga yang tewas karena kelaparan menjadi 113 orang, dari semula 92 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Koordinator Yayasan Kristen Pelayanan Sosial Masyarakat Indonesia, Izak Kipka ketika dihubungi okezone, Jumat (4/9/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini berdasarkan penelusuran kami di lapangan, yakni di sejumlah distrik yang dilanda kelaparan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://news.okezone.com/read/2009/09/04/1/254564/1/korban-tewas-akibat-kelaparan-di-yahukimo-bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-rakyat-indonesia-mati-kelaparan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi Mobil Pejabat Tifatul: Mobil Baru Menteri Tak Mewah Banget Mobil yang merupakan fasilitas mobil dinas untuk pejabat negara adalah simbol negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 4 Januari 2010, 17:54 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heri Susanto, Nur Farida Ahniar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengaku belum menggunakan mobil Toyota Crown Royal Saloon yang kini menjadi kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat mobil itu, saya rasa modelnya nggak terlalu wah banget," ujar Tifatul di Jakarta, Senin, 4 Januari 2009. "Saya saja belum memakainya. Saya masih pakai Fortuner."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, mobil yang merupakan fasilitas mobil dinas untuk pejabat negara tersebut merupakan simbol negara. "Itu bukan milik pribadi, nggak boleh dipakai untuk bangga-banggain di kampung, nggak boleh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menekankan untuk simbol-simbol negara, menggunakan uang negara untuk membeli mobil yang bagus semestinya tidak dipersoalkan. "Nggak ada masalah, toh uangnya ada kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa impor mobil itu dianggap bermasalah, Tifatul mengaku tidak tahu. "Kalau itu tanya kepada Menteri Sekretaris Negara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas mobil dinas pejabat negara, terutama yang diberikan kepada menteri menimbulkan kontroversi dianggap telah melanggar peraturan yang berlaku. Para Menteri mendapatkan mobil baru jenis Toyota Crown Royal Saloon yang diperkirakan harganya Rp 1,3 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut temuan Indonesia Corruption Watch (ICW), fasilitas mobil itu bertentangan dengan Keputusan Menteri Keuangan sendiri. Sebab, ketentuan Menkeu menyebutkan harga fasilitas mobil dinas jauh di bawah harga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://nasional.vivanews.com/news/read/118398-tifatul__mobil_baru_menteri_tak_mewah_banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto Anak Korban Busung Lapar di Indonesia Alami Gizi Buruk, 5 Juta Anak Indonesia Terancam Kehilangan Daya Saing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at, 28 April 2006 07:30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA–MIOL: Dalam 15 tahun mendatang sebanyak lima juta anak Indonesia terancam kehilangan daya saingnya bila kasus gizi buruk di Tanah Air tidak segera ditanggulangi. Data dari Departemen Kesehatan menyebutkan pada 2004 masalah gizi masih terjadi di 77,3 persen kabupaten dan 56 persen kota di Indonesia. Data tersebut juga menyebutkan bahwa pada 2003 sebanyak lima juta anak balita (27,5 persen) kurang gizi dimana 3,5 juta (19,2 persen) diantaranya berada pada tingkat gizi kurang dan 1,5 juta (8,3 persen) sisanya mengalami gizi buruk. Sementara menurut pengelompokkan prevalensi gizi kurang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia tergolong sebagai negara dengan status kekurangan gizi yang tinggi pada 2004 karena 5.119.935 balita dari 17.983.244 balita Indonesia (28,47 persen) termasuk kelompok gizi kurang dan gizi buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/anak/giziburuk280406.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Busung Lapar, Cermin Kemiskinan Nasional Indonesia terkenal gemah ripah loh jinawi karta raharja. Namun, ungkapan itu rasanya patut dikaji ulang terkait meledaknya kasus busung lapar yang identik dengan kurang gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.its.ac.id/berita.php?nomer= 2030&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/foto-foto-anak-korban-busung-lapar-di-indonesia/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juta Lebih Penduduk Indonesia Menderita Gizi Buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kamis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data statistik kesehatan Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 2005, dari 241.973.879 penduduk Indonesia sebanyak enam persen atau sekitar 14.500.000 orang menderita gizi buruk. Sebagian besar penderita gizi buruk tersebut berusia di bawah lima tahun (Balita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jumlah itu lebih sedikit dari jumlah tahun-tahun sebelumnya, sehingga meskipun sekarang hampir setiap hari terjadi gizi buruk, namun tidak setinggi kasus gizi buruk pada tahun 2003-2004 sebagai imbas dari krisis moneter," kata Kepala Pusat Kajian Pembangunan Kesehatan Depkes, Abdurachman, di Jakarta, Kamis (2/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurachman membenarkan kesehatan masyarakat Indonesia yang semestinya menjadi prioritas pembangunan, baik di tingkat nasional maupun lokal, namun hingga kini pemerintah masih mengesampingkannya. "Dalam tujuh prioritas pembangunan tahun 2006, aspek kesehatan bangsa tidak tersusun dengan jelas, apalagi dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) 2005-2025," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, aspek kesehatan memang belum berada di posisi peringkat atas, meski derajat kesehatan masyarakat Indonesia masih berada pada derajat memprihatinkan. Hal tersebut dapat dilihat dari minimnya alokasi anggaran untuk bidang kesehatan. Alokasi anggaran kesehatan dalam APBN 2006 sebesar Rp10,8 triliun, atau 2,9 persen dari APBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jumlah anggaran tersebut berada pada urutan ke enam di bawah sektor lainnya seperti pendidikan, ekonomi, dan layanan umum. Padahal seharusnya alokasi anggaran kesehatan sekurang-kurangnya lima persen dari APBN sesuai anjuran WHO," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, jumlah penderita penyakit gizi buruk di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sejak akhir Desember 2005 hingga saat ini terus bertambah dan dua orang penderita meninggal dunia. Dua korban meninggal merupakan bagian dari 12 orang bayi balita yang dipastikan menderita gizi buruk di Kotabaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua korban meninggal dunia yaitu Khusnul Khotimah (8) warga jalan Wiramartas Rt.7 No.8 meninggal akhir 2005 dan Hikmah (2) warga Rampak meninggal dunia akhir Februari 2006 setelah sempat dirawat di RSUD Kotabaru kemudian dibawa paksa pulang oleh pihak keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Nik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=VgBRWlQB UA9f&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-5139711867993894983?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/5139711867993894983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=5139711867993894983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5139711867993894983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5139711867993894983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2010/01/mobil-mewah-di-tengah-rakyat-susah.html' title='Mobil Mewah di tengah Rakyat Susah'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6905535809597217620</id><published>2009-12-09T21:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T22:43:40.536-08:00</updated><title type='text'>Agenda Gerakan Anti Korupsi</title><content type='html'>Kemarin (9/12) seluruh dunia memperingati hari anti korupsi. Di Indonesia peringatan tahun ini diperingati dengan besar-besaran dan merata hampir di seluruh dari di negeri ini. Perayaan Hari Anti Korupsi kemarin adalah sebuah simbol perlawanan rakyat untuk bersama-sama memerangi korupsi karena selain merupakan tindakan penyahgunaan uang negara, korupsi juga dapat merusak mental dan martabat bangsa terutama generasi muda Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia sepakat bahwa korupsi adalah penyakit bangsa yang telah menjadikan negeri ini menjadi sekarat. Negeri kaya tapi ironis karena mayoritas penduduknya miskin. Korupsi juga telah menjebak negeri ini masuk dalam kubangan hutang yang menjerat, yang entah kapan bisa terselesaikan atau bahkan sampai mati pun kita tetap terjerat oleh hutang-hutang negara donor. Akibatnya, negeri ini tak pernah mampu melepas ketergantungannya kepada asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat korupsi ratusan bahkan ribuan jiwa mati kelaparan, ratusan ribu bayi kekurangan gizi, ratusan sekolah ambruk, jalan-jalan menjadi terputus dan penuh lobang, jutaan anak putus sekolah, jutaan kepala keluarga tidak lagi berangkat kerja mencari nafkah karena pabrik-pabrik tutup karena terlalu besar membayar biaya siluman. Seabreg masalah akibat korupsi mungkin tak cukup kita tulis dalam sebuah buku tebal yang berisi angka-angka APBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi damai kemarin mengingatkan kita betapa korupsi sesuatu yang amat berbahaya seperti narkoba membinasakan para penggunanya. Lantas apa yang harus kita perbuat, setelah secara sadar kita memahami bahaya korupsi bagi kehidupan kita dan anak-cucu kita ke depan .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai individual banyak cara sederhana yang mulai hari ini bisa kita praktekkan sebagai bentuk perlawanan kita terhadap korupsi. DAn saya yakin bahwa kita bisa melakukannya dan juga mengajak semua orang mau melaksanakannya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang sadarilah bahwa orang yang menyuap dan disuap adalah orang yang dilakanat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang berhenti menggunakan cara-cara cepat yang inprosedural dan menggunakan jasa calo untuk mengurus dokumen-dokumen administratif dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang janganlah memberikan tip kepada para aparat yang memang jelas-jelas bekerja untuk melayani kepentingan masyarakat, keran mereka telah mendapatkan imbalan atas pekerjaannya dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang jangan tergoda dengan bujukan, rayuan para politisi busuk yang senantia menggoda kita dengan memberikan suap politik guna memuluskan agenda pribadi mereka melenggang ke ekskutif maupun legislatif. Katakan kepada mereka,"kami sadar bahwa pemberian Anda hari ini kelak akan menjerumuskan Anda menjadi koruptor".... "Kami tak butuh uang kalian, kami butuh komitmen kalian untuk membela hak-hak kami"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang, ajak orang-orang terdekat kita untuk sama-sama hidup lurus dalam bingkai moral dan agama.... Perkuat nilai-nilai positif dalam diri kita, agar kita bisa menjadi manusia yang konsisten dengan nilai-nilai kebenaran.... (wallahu 'alam, bintaro 10/12/09 saat-saat menanti hujan redah). Nur Jamaludin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6905535809597217620?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6905535809597217620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6905535809597217620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6905535809597217620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6905535809597217620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/12/agenda-gerakan-anti-korupsi.html' title='Agenda Gerakan Anti Korupsi'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-5282494649583292861</id><published>2009-11-23T18:32:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T18:50:29.721-08:00</updated><title type='text'>BLT, Penyaluran Zakat dan Harga Diri Rakyat Miskin</title><content type='html'>Sahabat, masih ingatkah kita dengan perang kritik saat kampanye bulan Maret lalu. Salah satunya yang paling ramai menjadi issue media adalah soal kritik Mega terhadap kebijakan Presiden SBY mengenai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bantuan Langsung Tunai (BLT)&lt;/span&gt;.  Megawati dalam beberapa kampanyenya sangat keras mengkritik kebijakan SBY ini.  Ia menilai bahwa kebijakan BLT mendidik jiwa pengemis, dan sangat memalukan karena membuat citra Indonesia kurang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengkritik kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinilainya mendidik jiwa pengemis. Kebijakan BLT juga memalukan karena mencitrakan Indonesia yang kurang baik. "BLT itu mendidik jiwa pengemis dan memalukan, masak kita melihat dana ditebar-tebar dan orang dihimpit-impit," kritik Mega saat tampil dalam Forum PPP Mendengar sesi ke-12 pada hari Kamis (13/3), di kantor DPP PPP  Jakarta. (Media Indonesia.com,20/3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau masih ingatkah juga kita dengan peristiwa Pasuruan. Pembagian zakat pada bulan Ramadhan tahun lalu, telah berubah menjadi malapetaka. Bahkan pembagian zakat oleh H. Saikhon di Jl Wahidin Sudirohusodo, Kota Pasuruan, sebagai tragedi maut dalam sejarah pembagian zakat di Indonesia. Dari sekitar 5.000 orang yang berjejalan antre zakat di depan rumah H. Saikhon itu, 21 tewas setelah pingsan kehabisan oksigen, dan terinjak-injak. Sepuluh lainnya terluka dengan tujuh di antaranya dalam keadaan kritis.&lt;br /&gt;Ada kesamaan dari 2 peristiwa yang beritanya sempat menghiasi media massa kita ini, yakni sama-sama disalurkan langsung kepada penerima dengan cara mengumpulkan penerima dalam antrian panjang. Bedanya BLT tidak atau belum menimpulkan korban jiwa meninggal dunia, sedangkan dalam penyaluran zakat  sudah menelan korban meninggal. Dalam hal ini  saya sangat sepakat dengan pernyataan Mega di atas bahwa model  penyaluran bantuan yang seperti ini sangatlah tidak mendidik dan memberikan dampak psikologis yang kurang baik kepada  rakyat miskin –si penerima BLT ataupun zakat tersebut. Salah satu dampak psikologis yang ditimbulkan, menurut saya adalah cenderung akan mendegradasi harga diri penerimanya.  Penerima bantuan akan merasa dirinya adalah objek saja. &lt;br /&gt;Lalu bagaimana seharusnya BLT, zakat ataupun stimulus anggaran kepada fakiri miskin itu diberikan? Sudah selayaknya bagi lembaga baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat ataupun badan amil zakat untuk memberikan bantuan kepada si miskin dengan mengedepankan cara-cara yang layak dan membuat harga diri si miskin menjadi lebih berarti. Cara yang paling efektif menurut saya adalah dengan memformulasikannya menjadi sebuah program pemberdayaan yang mampu mengangkat si miskin ke derajat yang lebih baik dan lebih bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program-program tersebut bisa disesuaikan dengan karakteristik objek penerima bantuan yang tentunya masing-masing daerah memiliki perbedaan baik dalam hal potensi sumberdayanya, sosial budaya dan tingkat ketergantungan si miskin terhadap lingkungan sosialnya. Program pemberdayaan yang terbaik adalah program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan si miskin. Karenanya, menjadi penting bagi pemberi bantuan untuk duduk bersama melakukan kajian mendalam yang sederhana bersama para calon penerima bantuan. Jadikan para penerima bukan sekadar objek saja tapi perlakukan juga mereka sebagai subjek, yang tentunya hal ini akan memberikan rasa kepercayaan diri, meningkatkan harga diri dan membuat mereka merasa menjadi bagian tak terpisahkan dan faktor kunci dari kesuksesan program pemberdayaan tersebut.... (salam nur jamaludin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-5282494649583292861?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/5282494649583292861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=5282494649583292861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5282494649583292861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5282494649583292861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/11/blt-penyaluran-zakat-dan-harga-diri.html' title='BLT, Penyaluran Zakat dan Harga Diri Rakyat Miskin'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6307259190426182960</id><published>2009-07-28T15:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T15:33:52.499-07:00</updated><title type='text'>Langkah II Perencanaan Keuangan</title><content type='html'>Check Your Financial Health&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan terdahulu saya telah mengulas tahapan pertama dalam membuat perencanaan keuangan yakni memikirkan mimpi-mimpi keuangan kita dan menetapkan secara spesifik tujuan keuangan yang hendak kita capai sesuai dengan prioritas dan realitas keuangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut saya akan mengulas tahapan kedua yakni, melakukan pengecekan terhadap kondisi keuangan kita. Tahapan ini menjadi penting karena dari sinilah sesungguhnya kita mampu memotret profil keuangan kita. Apakah sesungguhnya keuangan kita dalam posisi sehat atau justru sebaliknya memiliki menyakit kronis yang harus diperbaiki. Karena kami banyak menemui klien yang sesungguhnya memiliki income yang bisa dikatakan besar tapi justru profil keuangannya amburadul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berapa banyak kami juga menemukan klien yang penghasilannya tidak terlalu besar untuk ukuran kebanyakan orang tapi ia memiliki profil keuangan yang cukup sehat... Artinya ia memiliki kemampuan menabung dan berinvestasi yang cukup tinggi. Profil keuangan dikatakan baik manakala ia mampu menunjukkan tidak besar pasak daripada tiang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana cara kita bisa mengetahui profil  keuangan kita pada saat ini? Untuk mengetahuinya ada 2 hal penting yang harus bapak/ibu buat mulai hari ini, yaitu neraca rumah tangga yang akan menggambarkan posisi kekayaan bersih yang bapak/ibu miliki  dan laporan arus kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Neraca Rumah Tangga (Posisi Kekayaan Besih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita melihat di jalan atau mungkin di sekeliling rumah kita orang-orang yang memiliki mobil lebih dari satu, rumah mewah, dan harta benda lainnya yang menunjukkan bahwa orang yang Anda lihat itu adalah orang kaya...  mungkin banyak dari kita berpikir bahwa orang yang memiliki banyak harta bendanya adalah orang kaya sekali... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aitss nanti dulu, jangan salah lho bisa jadi mereka yang menurut Anda lebih kaya dari Anda tapi ternyata justru lebih miskin dari Anda.... kenapa demikian???? Karena jaman sekarang sangat mudah untuk meminjam kredit  untuk membeli properti dan asset-asset lainnya. Jadi sangat mungkin orang yang kelihatan tampak kaya luar biasa itu justru mereka mereka memiliki kekayaan bersih yang jauh lebih sedikit dari apa yang Anda miliki, Hal ini disebabkan kareana total kewajibannya jauh dari angka normal bahkan hampir menandingin total assetnya.... Banyak sekali orang-orang yang kelihatan kaya itu memiliki cicilan hutang yang sangat bengkak, bukankah ini artinya ia lebih besar pasak daripada tiang. Jadi, untuk mengetahui apakah bapak/ibu atau seseorang itu bisa dikatakan benar-benar kaya atau tidak, kita harus menghitung jumlah hartanya dikurangi dengan jumlah hutangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin sedikit menconthokan misalkan Tuan Abduh memiliki sebuah Innova yang nilainya sekitar Rp. 250.000.000,-. Mobil ini dibelinya secara kredit, dengan sisa angsuran Rp. 10.000.000,- sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kekayaan Tuan Abduh yang sebenarnya dari Innovanya tersebut adalah:&lt;br /&gt;= Rp. 250.000.000,- - (20 x Rp. 10.000.000,-)&lt;br /&gt;= Rp. 50.000.000,- (inilah sesungguhnya kekayaan bersih Tuan Abduh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laporan Arus Kas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum laporan arus kas terdiri dari 2 bagian, yaitu Arus Kas Masuk (pendapatan), dan Arus Kas Keluar (pengeluaran). Pada bagian Arus Kas Masuk, kita menuliskan pendapatan-pendapatan kita seperti gaji, tunjangan, bonus, atau mungkin ada pendapatan dari pekerjaan sampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada Arus Kas Keluar terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama adalah pengeluaran untuk tabungan atau investasi. Bagian keduanya adalah pengeluaran untuk biaya tetap (biaya yang setiap bulan harus kita bayar dalam nilai yang sama), misalnya KPR, KPM, iuran TV, Premi Asuransi, dan lain-lain. Sementara bagian ketiga adalah pos-pos pengeluaran kita seperti makanan, pakaian, transportasi, hiburan, kesehatan, pendidikan, pembayaran kartu kredit dan lain-lain. Kita harus selalu memahami  prinsip dasar dari keuangan rumah tangga kita yakni “Pendapatan harus lebih besar daripada pengeluaran”. Apakah hal ini benar-benar terjadi pada arus kas Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arus kas yang Bapak/Ibu tuliskan inilah nantinya kita memetrot sejauh apa kondisi kesehatan keuangan Anda, setidaknya ada beberapa  rasio dasar yang harus Bapak/Ibu ketahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saving Rate Rasio = Tabungan + investasi sebulan/Penghasilan per bulan (Rasio yang menggambarkan komitmen kita menyisihkan sebagian penghasilan saat ini demi untuk mencapai tujuan di masa akan datang. Rentangan presentasi yang baik adalah antara 10%-30%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debt Service Ratio =  Cicilan utang per bulan/ Penghasilan per bulan. (Rasio yang menggambarkan pengaruh hutang terhadap kehidupan kita tiap bulan. Jangan sampai keringat dan capek dan kelelahan usaha, kerja kita mulai pagi sampai malam hari hanya dihabiskan untuk melunasi cicilan-cicilan hutang saja. Maka, batasan yang baik untuk rasio ini adalah maksimal 30% dari pendapatan per bulan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio Likuiditas = Total harta lancar/ Pengeluaran dalam setiap bulan (Rasio yang menggambarkan berapa lama kita mampu bertahan hidup dengan menggunakan harta lancar. Dengan kata lain rasio ini adalah kemampuan dana darurat yang dapat kita sediakan (Batasannya adalah 3 kali, 6 kali, 9 kali atau 12 kali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkan check Up financial Healt gratis dengan mengirim sms ke nomor 021 68962925 dengan format: nama,alamat,tgl lahir, pekerjaan, email address... saya tunggu yaa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6307259190426182960?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6307259190426182960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6307259190426182960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6307259190426182960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6307259190426182960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/07/langkah-ii-perencanaan-keuangan.html' title='Langkah II Perencanaan Keuangan'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-1500520314715465142</id><published>2009-07-16T20:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T15:26:55.312-07:00</updated><title type='text'>Lanjutan Langkah I Perencanaan Keuangan</title><content type='html'>Setelah kita bermimpi dan mengukur secara realistik mimpi-mimpi keuangan seperti yang telah saya sampaikan dalam tulisan sebelumnya, kini giliran kita merasionalisasi mimpi-mimpi tersebut. Pikirkan secara serius apa sich tujuan akhir dari keuanan kita. Apabila sejak awal kita sudah memikirkan dan menentukan apa saja sih tujuan yang ingin kita capai dengan uang yang kita miliki, kita dapat membuat rencana keuangan yang sesuai, mengimplementasikannya sehingga akhirnya tujuan kita bisa tercapai dalam waktu yang lebih cepat. Bukankah lebih cepat, lebih baik. Seperti jargon JK dalam setiap kampanyenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira apa saja tujuan keuangan itu: kita bisa memulainya dengan membagi tujuan keuangan menjadi tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Apa saja yang termasuk tujuan jangka panjang itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dana untuk membiayai hari tua kita (masa pensiun), tentu sesuai dengan gaya hidup yang kita inginkan.&lt;br /&gt;2. Dana untuk membiayai pendidikan anak sesuai dengan jenjang pendidikan tinggi yang dikehendaki (bisa S1,S2, atau sampai doktoral)&lt;br /&gt;3. Dana yang akan kita wariskan kepada anak-cucu kita, jika kelak kita menghadap Tuhan.&lt;br /&gt;4. Perlindungan keuangan dari risiko hidup yang mungkin saja terjadi pada diri kita, dan anggota keluarga lainnya.&lt;br /&gt;5. Dana untuk mendirikan bisnis pasca bekerja bagi Anda para pekerja yang ingin berbisnis sambilan ataupun fulltime.&lt;br /&gt;6. Dana sosial bagi Anda yang ingin mengabdikan dirinya untuk kegiatan amal bagi organisasi sosial yang Anda dirikan maupun hanya sebagai donatur saja.&lt;br /&gt;7. Dana untuk perjalanan spiritual (ibadah haji dan wisata ruhani) bersama seluruh anggota tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tujuan keuangan jangka pendek misalnya adalah:&lt;br /&gt;1. Membeli asset seperti rumah, mobil, barang elektronik dll&lt;br /&gt;2. Melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi&lt;br /&gt;3. Merenovasi rumah atau asset properti Anda&lt;br /&gt;4. Rencana libur akhir tahun bersama keluarga &lt;br /&gt;5. Melaksanakan kegiatan amal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pedoman dalam menuntukan tujuan keuangan ini yakni, harus spesifik atau jelas apa yang diinginkan, dapat diukur, dapat dicapai, realistis dan mempunyai jangka waktu yang jelas dalam upaya pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan tujuan keuangan ini, perlu saya sampaikan bahwa perlu bagi Bapak/Ibu untuk dapat mencatat atu menuliskannya baik di sehelai kertas maupun file komputer Anda. Setelah itu kita harus mampu mengurutkan tujuan-tujuan itu ke dalam perioritas pencapaiannya. Tujuan apa yang paling penting dan berharga bagi Anda itulah yang harus diurutkan dalam urutan-urutan teratas sampai pada akhirnya tujuan-tujuan yang kurang terlalu penting/berharga bagi Anda. Hal ini mutlak dilakukan mengingat, kita sering dibatasi oleh sumber daya (pendapatan kita). Jangan sampai kita mampu mencapai tujuan kita yang sebenarnya bukan prioritas kita, justru sebaliknya apa yang paling kita dambakan dalam hidup ini tak terpenuhi, lantaran kita salah memberikan prioritas dalam tujuan.... (selamat membuat perencanaan Keuangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses dan Bahagia&lt;br /&gt;Nur Jamaludin (021)68962925&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-1500520314715465142?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/1500520314715465142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=1500520314715465142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/1500520314715465142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/1500520314715465142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/07/lanjutan-langkah-i-perencanaan-keuangan.html' title='Lanjutan Langkah I Perencanaan Keuangan'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-5386892838099444213</id><published>2009-07-13T18:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T19:03:35.347-07:00</updated><title type='text'>Selamatkan Koperasi Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/SlvnYrqLVDI/AAAAAAAAABA/12BtLOBSQXg/s1600-h/logo+koperasi+asli.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/SlvnYrqLVDI/AAAAAAAAABA/12BtLOBSQXg/s400/logo+koperasi+asli.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358130592909841458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pro kontra ekonomi kerakyatan versus neoliberalisme relevan dikaitkan dengan koperasi. Penjelasannya sederhana. Walau bukan satu-satunya unsur penting ekonomi kerakyatan, harus diakui koperasi primadona ekonomi kerakyatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dapat disimak pada bunyi Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945 berikut, "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan." &lt;br /&gt;Bung Hatta berulang kali menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan" ialah koperasi. Sebab itu, mudah dimengerti bila dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945 (sebelum dihapuskan), tercantum kalimat, "Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu [ekonomi kerakyatan], ialah koperasi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, dalam sistem ekonomi kerakyatan, koperasi tidak hanya diakui sebagai bentuk perusahaan yang ideal, tetapi sekaligus ditetapkan sebagai model mikro sistem perekonomian. Sebab itu, mudah dipahami bila Bung Hatta berkata, "Jadinya Indonesia ibarat satu taman yang berisi pohon-pohon koperasi, yang buahnya dipungut oleh rakyat yang banyak," (Hatta, 1932). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, di tengah-tengah situasi perkoperasian Indonesia yang terus-menerus mengalami penggerogotan jati diri sebagaimana berlangsung 42 tahun belakangan ini, relevankah berharap kehadiran ekonomi kerakyatan sebagai alternatif sistem perekonomian kita ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar di antara kita mungkin menjawab "tidak." Tapi nanti dulu. Jawaban yang lebih tepat, saya kira, harus dicari dengan menelusuri latar belakang penggerogotan jati diri koperasi. Faktor apa yang memicu penggerogotan jati diri koperasi, yang sepintas tampak alamiah ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya dapat ditelusuri pada penerbitan UU Koperasi No. 12/ 1967. Sebagaimana UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing, yang membatalkan UU No. 16/1965 tentang pengakhiran segala bentuk keterlibatan modal asing, UU Koperasi No. 12/1967 adalah pengganti UU Koperasi No. 14/1965. Artinya, dalam pandangan sepintas, dengan dapat disaksikan penerbitan UU Koperasi No. 12/1967 hampir mustahil bisa dipisahkan dari proses peralihan kekuasaan dari pemerintahan Soekarno yang kekiri-kirian, ke pemerintahan Soeharto yang pro-AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan mendasar apakah yang terjadi dalam UU Koperasi No. 12/1967? Saya tidak membandingkan UU Koperasi pemerintahan Soeharto itu dengan UU Koperasi No. 14/ 1965. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif, saya akan membandingkannya dengan UU Koperasi No. 79/1958. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penggerogotan sistematis&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal mendasar dalam koperasi adalah kriteria keanggotaannya. Dalam UU Koperasi No. 79/ 1958, kriteria keanggotaan koperasi diatur dalam Pasal 18. Bunyinya, yang dapat menjadi anggota koperasi adalah yang "mempunyai kepentingan dalam lapangan usaha yang diselenggarakan oleh ko-perasi." Artinya, sesuai dengan penjelasan Bung Hatta mengenai perbedaan koperasi dengan perusahaan perseroan, "Pada koperasi tak ada majikan dan tak ada buruh, semuanya pekerja yang bekerja sama untuk menyelenggarakan keperluan bersama" (Hatta, 1954). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkanlah hal itu dengan kriteria keanggotaan koperasi dalam UU Koperasi No. 12/1967. Sebagaimana diatur dalam Pasal 11, keanggotaan koperasi "didasarkan pada kesamaan kepentingan dalam lapangan usaha yang dijalankan oleh koperasi." Selanjutnya, menurut Pasal 17, yang dimaksud dengan anggota yang memiliki "kesamaan kepentingan" adalah "suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas/kepentingan ekonominya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi perubahan kriteria keanggotaan itu adalah pada berubahnya corak koperasi yang berkembang. Sebelum 1967, koperasi cenderung berkembang berdasarkan jenis usahanya. Setelah 1967, jenis koperasi yang tumbuh pesat adalah koperasi golongan fungsional seperti koperasi PNS, koperasi angkatan bersenjata, koperasi karyawan, dan koperasi mahasiswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mencolok adalah pembentukan induk-induk koperasi dalam lingkungan angkatan bersenjata. Jika koperasi-koperasi golongan fungsional yang lain tergabung dalam satu induk koperasi, dalam lingkungan angkatan bersenjata terdapat enam induk koperasi, yaitu Induk Koperasi Angkatan Darat, Induk Koperasi Angkatan Laut, Induk Koperasi Angkatan Udara, Induk Koperasi Kepolisian, Induk Koperasi Purnawirawan ABRI, dan Induk Koperasi Veteran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keanggotaan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) diwakili oleh induk-induk koperasi dan Dewan-dewan Koperasi Wilayah, sejak 1967, kepengurusan gerakan koperasi cenderung didominasi oleh keluarga besar angkatan bersenjata. Bersamaan dengan itu, koperasi yang secara yuridis dideklarasikan sebagai gerakan ekonomi rakyat, maka dalam era pemerintahan Soeharto berubah fungsi menjadi alat kekuasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1992 memang terbit UU Koperasi No. 25/1992. Namun, secara substansial tidak terjadi perubahan apa pun mengenai kriteria keanggotaan koperasi. Puncak penggerogotan jati diri koperasi bahkan terjadi pada Juli 1997, 10 bulan sebelum kejatuhan Soeharto, yaitu ketika Dekopin menganugerahkan gelar Bapak Penggerak Koperasi kepada Soeharto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejatuhan Soeharto, koperasi praktis terlupakan. Lebih-lebih setelah berlangsung amendemen Pasal 33 UUD 1945 pada 2002. Dengan dihapuskannya penjelasan Pasal 33 UUD 1945, maka penggalan kalimat yang berbunyi, "Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi" tadi, turut menguap bersama hilangnya penjelasan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggerogotan jati diri koperasi tidak terjadi secara alamiah, tetapi dilakukan secara sistematis. Tujuannya, sesuai dengan semangat UU No. 1/1967 tentang PMA, untuk melempangkan jalan bagi masuknya modal asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari sudut prokontra ekonomi kerakyatan versus neoliberalisme, penggerogotan jati diri koperasi yang telah berlangsung 42 tahun itu harus dilihat sebagai upaya sistematis pihak kolonial, yang berkolaborasi dengan penguasa domestik, untuk membunuh ekonomi kerakyatan dan mengembangkan neoliberalisme. &lt;br /&gt;Sebagai bagian integral dari perlawanan terhadap neoliberalisme, penyelamatan koperasi dengan cara memulihkan jati dirinya mutlak dilakukan. Ajakan ini tidak tertuju kepada warga koperasi yang telah terkontaminasi oleh neoliberalisme, tetapi kepada mereka yang masih setia pada cita-cita proklamasi dan amanat konstitusi yang asli. Dirgahayu koperasi Indonesia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Revrisond Baswir&lt;br /&gt;Tim Ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM. &lt;br /&gt;sumber: http://bisnisindonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-5386892838099444213?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/5386892838099444213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=5386892838099444213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5386892838099444213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5386892838099444213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/07/selamatkan-koperasi-indonesia.html' title='Selamatkan Koperasi Indonesia'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/SlvnYrqLVDI/AAAAAAAAABA/12BtLOBSQXg/s72-c/logo+koperasi+asli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6988985758361886298</id><published>2009-06-07T21:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T21:45:30.140-07:00</updated><title type='text'>Jangan Tunda, Siapkan dari Sekarang</title><content type='html'>Seorang teman mengeluh kepadaku...... ”Uh... sekolah zaman sekarang pusing ngurusnya, bingung mo masukin anak sekolah, mahal banget....” emangnya berapa pak, tanyaku... ”masuk SDIT uang masuknya ajah Rp6,5 juta”.  ”Itu murah pak”, jawabku. ”kemaren di sekolah anakku masuk TK ajach Rp 8 juta-an”,tambahku.  Itulah sekelumit dialogku dengan seorang teman yang mengeluhkan biaya pendidikan saat ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian, temanku mengontakku... ”pak, tolong cariin pembeli dong aku mo jual laptopku, biaya masuk sekolah dah jatuh tempo” Karena sayang dan cintanya yang amat tinggi kepada anaknya tersebut, temanku rela menjual Laptopnya yang kebetulan baru dia beli 4 bulan lalu. Dan setahuku laptop tersebut adalah perangkat utama yang dia gunakan untuk mencari nafkah sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mafhum bahwa biaya pendidikan saat ini sangatlah mahal. Memang ada sekolah murah. Tapi, rasanya banyak orang yang gak tega memasukkan anak ke sekolah tersebut, karena khawatir kualitas pendidikannya rendah. Kita bisa membayangkan kalau pendidikan dasar saja dah mahal bagaimana biaya di perguruan tinggi. Apalagi perguruan tinggi sekarang sudah ”diprivatisasi” melalui Undang-Undang BHP. Berapa dana yang harus kita siapkan nanti, 10 sd 13 tahun yang akan datang... tentu akan lebih mahal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman temanku, lewat tulisan ini saya ingin berbagi dengan teman-teman. Banyak di antara  orang tua yang ¬ telah sadar bahwa pendidikan itu sangat penting ¬tetapi saya melihat masih sedikit yang  mempedulikan persiapan dana pendidikan itu sendiri. Seperti pengalaman teman saya tadi. Seandainya saja ia menabung Rp 200 ribu sebulan ketika anaknya masih berusia 1 tahun. Saya memastikan ia tak lagi harus menjual laptop kesayangannya. Jadi penting ga sich kita menyiapkan dana pendidikan sejak sekarang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada 5 hal kenapa kita mesti menyiapkan dana pendidikan anak kita sedini mungkin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saat ini biaya pendidikan sangat mahal &lt;br /&gt;Saya ingat betul ketika masuk kuliah  11 tahun lalu di sebuah Universitas Negeri di Jakarta, saya hanya membayar uang masuk kuliah sebesar Rp 500.000,-  dan uang semesteran hanya sebesar  Rp 254.000,-. Dan sekarang  ketika saya bertanya dengan salah seorang mahasiswa di almamater saya tersebut ia harus mengeluarkan uang masuk hampir Rp 10 juta dengan uang semesteran lebih dari Rp 2juta. Teman contoh di atas adalah untuk kampus negeri dan memang terkenal paling murah di Jakarta. Tentu kita bisa membayangkan bagaimana kampus swasta papan atas atau menengah, tentu lebih mahal lagi. Dan konon untuk uang masuk saja ada kampus yang memumungut biaya sampai Rp 100 juta. Coba kita bayangkan ke depan andaikan sekarang anak kita berusia 3 tahun berarti 15 tahun yang akan datang. Pasti ini akan membuat kita sesak nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Inflasi yang Tinggi untuk Biaya Pendidikan.&lt;br /&gt;Setelah kita tahu bagaimana mahalnya biaya pendidikan, kita juga harus menyadari bahwa perekonomian dunia tak pernah lepas dari inflasi. Kami ingat betul inflasi lebih dari 70% pernah terjadi di tahun 1998. Dan rata-rata inflasi kita 6 s/d 12 persen. Jika kita ambil rata-rata saja 10 % pertahun, kita bisa memperkirakan biaya pendidikan tinggi untuk anak kita 15 tahun kemudian jika biaya masuknya saja sekarang Rp 10 juta berarti sebesar hampir  Rp 42.0000.0000,00 dan jika uang masuknya Rp 100.000.000,00 saat ini berarti 15 tahun yang akan datang kita harus menyiapkan dana Rp 420.000.000,00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Standar Pendidikan yang Terus Meningkat&lt;br /&gt;Perkembangan zaman yang begitu pesat membuat standar kehidupan menjadi meningkat pula. Untuk dapat eksis dalam kompetisi ke depan tentu sangat membutuhkan kualitas SDM yang hebat. Hal ini tentunya sangat membutuhkan tenaga-tenaga terdidik. Saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana sulitnya mencari pekerjaan bagi lulusan SMA dan S1. Apatah lagi nanti 15 tahun kemudian, tentunya standar pendidikan minimal akan lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perkembangan Ekonomi tak Selamanya Baik&lt;br /&gt;Analis ekonomi mengatakan bahwa tahun 2008  ekonomi dunia berada dalam kondisi buruk dan tahun 2009 sampai 1 tahun ke depan kecenderuangan ekonomi masih akan buruk. Kita tak menyangka kalau Amerika  yang ekonomi negaranya dikagumi banyak orang ternyata harus terpuruk. Ratusan perusahaan besar di negeri Paman Syam tersebut banyak yang bangkrut. Hal ini pun membawa dampak negatif kepada ekonomi kita. Ke depan ketidakpastian ekonomi pun tetap menghantui negera kita, karena interdependensi ekonomi dunia adalah keniscayaan. Sebagian kita merasakan dampak buruk ekonomi dunia ini terhadap penghasilannya. Jadi bukan tidak mungkin kita yang hari ini tak merasakan, akan ikut juga merasakan dampaknya terhadap ekonomi keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Banyak Resiko terhadap Tubuh kita&lt;br /&gt;Kita kadang sering tidak menyadari bahwa tubuh kita lambat laun menua. Semakin tubuh kita menua semakin banyak problem menghampirinya. Mulai dari tenaga yang tak sekuat dahulu, mudah capek, cepat lelah, bahkan gampang sakit-sakitan. Jika ini terjadi maka produktifitas kita dipastikan akan menurun. Bukan tidak mungkin suatu saat kita tak mampu lagi bekerja karena terkena risiko tubuh yang kita tak kehendaki, semisal penyakit atau cacat permanen. Tentu kita berharap dan berdoa kepada Tuhan untuk terhidndar dari hal ini. Jadi, sangat urgen bagi kita yang ingin melihat anak kita tumbuh menjadi sosok yang melampaui kesuksesan kita  untuk menyiapkan dana pendidikan selagi kita masih mampu berbisnis atau bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya 5 hal di atas bisa menjadi pertimbangan teman-teman untuk mau dan bisa menyiapkan dana pendidikan anak-anaknya dari sekarang..... salam Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Teman-teman yang mo sharing tentang hal di atas. Bisa janjian dengan saya. Silahkan telpon/sms saya di nomor (021) 68962925. Kita bisa bertemu di kantor saya Menara Thamrin Lt.17. atau bisa janjian di tempat lain yang dikehendaki...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6988985758361886298?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6988985758361886298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6988985758361886298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6988985758361886298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6988985758361886298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/06/jangan-tunda-siapkan-dari-sekarang.html' title='Jangan Tunda, Siapkan dari Sekarang'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6589050334541598865</id><published>2009-05-28T17:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T19:14:16.271-07:00</updated><title type='text'>Biaya Demokrasi dan Ironi Kemiskinan</title><content type='html'>Musim kampanye Pilpres sebentar lagi. Rencananya tanggal 2 Juni ini KPU akan memulai kampanye perdana pilpres 2009. Sudah kebanyang di benakku jalan-jalan yang sudah mulai bersih pasca pemilu legislatif lalu akan marak lagi dengan atribut kampanye yang bertebaran tanpa mengindahkan keindahan dan kenyamanan para pengguna jalan. Televisi akan menyiarkan iklan-iklan propaganda calon presiden-wapresnya yang menurutku, sebagian besar adalah janji-janji yang sulit untuk dicapai oleh kandidat yang terpilih. Pengerahan massa untuk menghadiri rapat-rapat akbar kampanye kandidat akan membuat jalan-jalan yang sudah macet menjadi bertambah krodit. Dan seabrek aktivitas yang menurutku mubazir dan ga mendidik bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya hal di atas bukanlah sesuatu yang paling merisaukanku. Ada satu hal menurutku --yang membuat bangsa ini harusnya-- berpikir serius untuk membuat sistem pemilihan yang lebih efektif dan berkualitas. Efektif dalam artian sistem pemilihan yang mampu menghadirkan keterwakilan yang sesungguhya. Mereka yang yang terpilih seharusnya mereka yang memiliki kapasitas, moralitas dan agenda perjuangan yang jelas dengan biaya yang murah tanpa mubazir. Berkualitas dalam artian prosesnya mengedepankan nilai-nilai sportifitas fairness dan mendorong masyarakat pemilih untuk menjadi pemilih rasional dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru yang terjadi pada sistem pemilihan kita menurutku sistem pemilihan yang sangat mubazir, menghambur-hamburkan uang dan sangat tidak berkualitas. Dengan biaya penyelenggaraan dan kampanye kandidat pileg lalu yang menghabiskan ratusan tryliun Rupiah nyatanya tak mampu menjaring kandidat-kandidat yang kita harapkan. Sederet nama legislatif terpilih sebagian besar di luar dugaan kita. Mereka saat ini, lebih karena lebih dikenal masyarakat karena dari kalangan selebritis, dan mereka yang memiliki biaya kampanye besar. Sedangkan mereka yang memiliki idealisme tinggi dan memiliki agenda yang jelas banyak yang tumbang takterpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan kita dihadapkan oleh tantangan besar angka kemiskinan kita masih tergolong tinggi, krisis ekonomi pun menghantui kita. Tentu banyak dari kita yang berharap dari wakil-wakil terpilih dalam pileg kemarin dan juga presiden dan wakil presiden terpilih kelak. Janganlah biaya besar yang telah dikeluarkan untuk membiaya pesta politik ini menjadi amat mubazir dan sia-sia belaka. Alangkah bahagianya kaum miskin apabila seandainya alokasi dana kampanye tersebut dialihkan menjadi kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kualitas dan martabat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kami menghimbau kepada tim sukses capres untuk lebih bijak mengalokasikan dananya dalam kampanye pilpres besok. Jangan hamburkan uang yang bagi sebagian besar orang sulit untuk mendapatkannya bahkan hanya sekedar untuk makan 1 hari sekali saja.  Ayo kita didik masyarakat ini dengan kampanye-kampanye cerdas dengan biaya murah.... kami akan pilih Anda yang punya kepedulian kepada kami bukan sekadar lips service, simbolistik apalagi penuh dengan kepura-puraan.... Perigi baru, 29  Mei 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6589050334541598865?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6589050334541598865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6589050334541598865' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6589050334541598865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6589050334541598865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/05/biaya-demokrasi-dan-ironi-kemiskinan.html' title='Biaya Demokrasi dan Ironi Kemiskinan'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-1292359146239538327</id><published>2009-04-19T23:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T23:40:33.286-07:00</updated><title type='text'>Ayo Para Guru Menabung Untuk Ibadah Haji</title><content type='html'>&lt;h1 style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Sebagian besar dari umat Islam menginginkan untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah minimal sekali dalam seumur hidupnya, karena selain menunaikan ibadah haji adalah ibadah wajib yang termasuk dalam rukun Islam, ibadah haji juga memberikan pengalaman spiritual dan emosional yang luar biasa bagi mereka yang telah melakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Namun, dari sebagian besar umat Islam yang mencita-citakan dirinya untuk pergi menunaikan ibadah ke tanah suci ini, hanya sebagian kecil saja yang mampu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mewujudkannya. Hal ini sangat wajar karena, ibadah wajib yang satu ini memang membutuhkan dana yang cukup besar. Biaya yang cukup besar inilah yang menjadi kendala terbesar bagi penduduk muslim di negeri ini untuk menunaikan ibadah haji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Sebenarnya, hal ini tidak perlu terjadi, jika setiap muslim memiliki tekad yang kuat dan persiapan yang matang untuk mewujudkan impiannya untuk pergi ke Baitullah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Salah satu persiapan yang matang adalah dengan melakukan perencanaan keuangan yang terprogram &lt;i style=""&gt;(Financial Planning) &lt;/i&gt;sedini mungkin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menentukan cara menabung Anda, berapa besaran yang harus dikeluarkan untuk mencapai impian Anda tersebut dan kemana uang ini diinvestasikan adalah menjadi bagian terpenting dari perencanaan keuangan. Dan sesungguhnya inilah konsen dan komitmen yang akan kami lakukan untuk umat Islam, khususnya untuk mereka yang ingin berangkat menunaikan ibadah haji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Oleh karenanya perkenankan kami, &lt;b style=""&gt;Prudential Financial Advisor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(PFA)&lt;/b&gt; PT. Prudential Life Assurance yang bergabung dalam Agency Prodigy untuk memperkenalkan suatu bentuk &lt;b style=""&gt;Tabungan PAA ++&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;Syariah&lt;/b&gt; (Tabungan Investasi dan Proteksi) untuk menjadi solusi yang dapat menjawab keinginan Anda untuk menunanaikan ibadah haji dengan cara mudah dan murah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;KOMITMEN LAYANAN KAMI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Adapun komitmen kami &lt;b style=""&gt;Prudential Financial Advisor (PFA) &lt;/b&gt;yang kami tawarkan kepada Anda adalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Membantu nasabah dalam merencanakan keuangannya untuk keperluan menunaikan ibadah haji berdasarkan besaran income sesuai dengan waktu yang diinginkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Memberikan solusi-solusi investasi yang menguntungkan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat resiko yang mau diambil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Memberikan pelatihan perencanaan keuangan kepada nasabah dengan biaya investasi yang sangat murah bahkan gratis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Menjadi fasilitator kegiatan seminar perencanaan keuangan syariah kepada institusi/nasabah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;PRODUK SYARIAH YANG KAMI KEMBANGKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Berbekal sukses memasarkan produk unit link, prudential Indonesia pun berinisiatif untuk meluncurkan produk unit link berbasis syariah padah bulan September 2007. Mengulangi sukses terdahulu Produk Unit Link Syariah ini pun menjadi pemimpin pasar &lt;i style=""&gt;(market leader)&lt;/i&gt; di Indonesia untuk segmen syariah. Saat ini, seperempat penerimaan premi unit link Prudential berasal dari produk berbasis syariah ini. Tahun 2008 Prulink Syariah membukukan nilai pendapatan lebih dari Rp 800 Milyar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Apakah Prulink Syariah itu? Yakni Produk asuransi jiwa prudential yang dikaitkan dengan &lt;i style=""&gt;investasi &lt;/i&gt;yang memberikan perlindungan asuransi jiwa sekaligus keuntungan berinvestasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Produk ini dibagi menjadi 2 katagori, yakni: &lt;i style=""&gt;Prulink Syariah Assurance Account &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(PAA Syariah) yang selanjutnya dikenal dengan nama &lt;b style=""&gt;tabungan PAA ++ Syariah &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;i style=""&gt;Prulink Syariah Invenstor Account&lt;/i&gt; (PIA) Syariah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;MANFAAT TABUNGAN PAA ++ SYARIAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Manfaat yang kami tawarkan adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Manfaat kematian &lt;i style=""&gt;(Death Benefit)&lt;/i&gt; berupa santunaan kepada ahli waris peserta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Manfaat cacat total dan tetap &lt;i style=""&gt;(total and permanent disability)&lt;/i&gt;, santunan kepada peserta apabla mengalami cacat tetap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pilihan manfaat asuransi tambahan &lt;i style=""&gt;(riders)&lt;/i&gt; yang lebih banyak. Seperti pembebasan premi jika terkena risiko penyakit kritis, tunjangan rawat inap, santunan apabila terkena penyakit kritis, manfaat santunan kecelakaan dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dapat menambah nilai uang pertanggungan setiap saat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Dapat menentukan sendiri besarnya komposisi nilai proteksi dan investasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dapat melakukan pengalihan dana &lt;i style=""&gt;(fund switching)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ada 3 pilihan invenstasi yang dapat dipilih sesuai dengan tingkat resikonya masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 221.4pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;PILIHAN INVESTASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 204.85pt;" valign="top" width="273"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;PROFIL RESIKO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 221.4pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Prulink Syariah Rupiah Equity Fund&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 204.85pt;" valign="top" width="273"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Investasi saham resiko tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 221.4pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Prulink Syariah Rupiah Managed Fund&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 204.85pt;" valign="top" width="273"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Investasi&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;seimbang resiko sedang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 221.4pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Prulink Syariah Fixed Income Fund&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 204.85pt;" valign="top" width="273"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Investasi obligasi risiko sedang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;LANDASAN SYARIAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunannya yang lemah di belakang mereka yang mereka mengkhawatirkan kesejahteraannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mereka bertutur kata yang benar. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;(&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Annisa: 9-10)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Barang siapa menghilangkan kesusahan muslim di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan kesusuhannya di akhirat kelak. &lt;i style=""&gt;(Hadits Riwayat Ibnu Majah)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;PERLUNYA TABUNGAN PAA++ SYARIAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Pada dasarnya seseorang bekerja atau menjalankan bisnis dalam rangka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mencari uang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Dan biasanya sebagian dari pendapatannya ditabung untuk keperluan masa depan yang lebih baik, seperti: pendidikan anak yang lebih tinggi, dana darurat , memenuhi keinginannya yang masih tertunda seperti membeli kendaraan, rumah dan tentunya juga menunaikan ibadah haji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Namun seiring berjalannya waktu, ada hal tertentu yang tak terprediksi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(risiko) dan mungkin terjadi, suatu musibah misalnya, berupa stroke, kanker, kanker&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau penyakit kritis lainnya, yang mengharuskan kita berobat, atau peristiwa kecelakaan dan meninggal dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Untuk mengatasinya tidak jarang, di antara kita harus mengambil tabungan yang lama kita kumpulkan, bahkan bila masih tidak cukup tidak sedikit yang harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjual assetnya. Kondisi sakit yang demikian, membuat kita berhenti bekerja dan otomatis akan menyebabkan berhentinya penghasilan. Apabila ini terjadi tentu kita tak mampu lagi menabung. Jika hal ini terjadi bagaimana dengan cita-cita atau keinginan kita yang masih tertunda semisal ibadah haji yang kita rencanakan sebelumnya. Bisa diperkirakan kita urung menunaikannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tapi jangan khawatir dahulu, Tabungan PAA ++ Syariah, memberikan suatu solusi untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Dengan prinsip &lt;i style=""&gt;risk sharing&lt;/i&gt; sesuai syariah, Insya Allah kita tetap dapat melanjutkan mencapai cita-cita kita pergih haji atau mencapai keinginan financial&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita di masa datang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sekedar illustrasi,: semisal Bapak/ Ibu A yang berumur 27 tahun menabung di PAA ++ Syariah Rp. 2.000.000/bulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan saat di bulan ke 4, Bapak/ Ibu A kurang beruntung, beliau mengalami musibah atau di diagnosa oleh dokter terkena penyakit kanker/ jantung atau terkena stroke dan dokter memerlukan biaya setidaknya Rp. 250.000.000,-.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tabungan PAA ++ syariah akan membantu mengatasi masalah Bapak /Ibu A ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atas musibah yang muncul tiba-tiba seperti ini (kejadian yang terprediksi seperti ini bisa terjadi pada semua orang), dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membayarkan sejumlah klaim ke Bapak / Ibu A sebesar Rp. 250.000.000,- dan selanjutnya Bapak / Ibu A ini akan ditabungkan sebesar Rp. 2.000.000,-/bulan (sesuai jumlah premi yang ia tabungkan di Prulink Syariah tiap bulannya) sampai waktu tertentu sesuai jangka waktu manfaat yang diambil/ setujui bersama saat Bapak/ Ibu A ini mengambil polis di Prudential Life Assurance. Dengan demikian cita-cita ingin pergi naik haji pada waktu yang direncakan Insya Allah masih dapat terwujud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-style: normal;" lang="SV"&gt;PENAWARAN TABUNGAN PAA ++ SYARIAH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sebagai bentuk kepedulian Bapak/Ibu sebagai pimpinan para guru dan karyawan, tentu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ingin memberikan kesejahteraan yang terbaik kepada mereka. Salah satu bentuknya adalah memberikan kemudahan atau fasilitas kepada mereka yang ingin menunaikan ibadah haji. Dengan memberikan perhatian ekstra kepada mereka, hal ini tentunya akan berdampak pada meningkatnya loyalitas guru dan karyawan kepada institusi yang Bapak/Ibu pimpin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Karenanya kami ingin sekali membantu Bapak/Ibu, dengan memenawarkan program yang dapat menjamin terwujudnya cita-cita atau keinginan para guru dan karyawan yang ingin menunaikan ibadah haji tersebut. Selain untuk keperluan menunaikan ibadah haji, tabungan ini juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan tabungan pensiun atau hari tua para guru dan karyawan. Karenanya, kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berharap Bapak/Ibu memberikan kesempatan untuk kami mempresentasikan tabungan PAA++ Syariah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;CONTOH PERKIRAAN DARI ILUSTRASI DAN MAFAAT YANG DIDAPAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tabel ilustrasi disesuaikan umur karyawan, tabungan pensiun, tabungan masa depan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Keterangan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;1. Produk&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: PRUlinkSyariah Assurance Account (Rupiah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;2. Usia&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: Disesuaikan dengan usia tertanggung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diulang tahun berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;3. Jenis Kelamin&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: PRIA / TIDAK MEROKOK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;4. Manfaat diterima&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tabungan / nilai tunai yang terbentuk, saat karyawan pensiun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berusia 55 / 65 thn. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Dgn tingkat margin lebih 20%.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextFirstIndent2" style="margin-left: 135pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Santunan meninggal / Uang Pertanggungan . Rp 50.000.000,00&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextFirstIndent2" style="margin-left: 135pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;PADD = &lt;i style=""&gt;PRUpersonal Accident Death &amp;amp; Disablement.&lt;/i&gt; Sebesar Rp 100.000.000,00&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextFirstIndent2" style="margin-left: 135pt; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bila tertanggung meninggal/cacat tetap total DIKARENAKAN kecelakaan, santunan PADD ini akan dibayarkan 100%. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextFirstIndent2" style="margin-left: 135pt; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bila tertanggung meninggal atau cacat tetap total DIKARENA-KAN naik angkutan penumpang umum yang resmi dari Peme-rintah, jumlah ini akan dibayarkan 200%-nya. (misal : pesawat terbang regular, angkutan bis antar kota, kereta api).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextFirstIndent2" style="margin-left: 135pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;D.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Crisis Cover&lt;/i&gt; = Santunan Jika terkena penyakit kritis seperti jantung,struk dll. Sebesar Rp 30.000.000,00&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextFirstIndent2" style="margin-left: 135pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;E.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Pru Payor&lt;/i&gt;= Pembebasan setoran sampai usia 65 tahun Rp 3.600.000,00 per tahun apabila peserta terkena penyakit krisis atau cacat tetap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextFirstIndent2" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;5. Pembayaran Premi&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: Rp. 300.000,- / bulan / karyawan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selama 10&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 62.5pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium medium 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in; height: 62.5pt;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1in; height: 62.5pt;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 117pt; height: 62.5pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="IT"&gt;TABUNGAN MASA   PENSIUN (Rp.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Dalam ribuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 62.5pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;MANFAAT MENINGGAL PADA USIA 55 ATAU 65 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;(Rp.) dalam ribuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt; height: 62.5pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;MANFAAT PADD*)   (Rp)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;NO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;USIA   TER-TANGGUNG SAAT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MASUK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;55 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;(000)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;65 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;(000)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;55 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;(000)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;65 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;(000)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;25   THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;724,385&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;2,875,486&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;774,385&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;2,158,520&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;100 JT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;30   THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;341,029&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;1,324,596&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;391,029&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;1374,596&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;100 JT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;35   THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;154,622&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;570,476&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;204,622&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;620,476&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;100 JT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;40   THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;67,845&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;219,415&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;117,845&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;269,415&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;100 JT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" valign="top" width="43"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1in;" valign="top" width="96"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;45   THN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;31,437&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;72,126&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;81,437&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;122,126&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 81pt;" valign="top" width="108"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;100 JT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;Catatan : Illustrasi ini sifatnya memperkirakan jumlah yang akan diterima nasabah saat kejadian terjadi/ pencairan klaim, dengan tingkat MARGIN &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;rata-rata sekitar 15%. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Dan saat ini rata-rata MARGIN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;riil di Prudential di atas 20%. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Atas perhatian Bapak/Ibu dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk dapat menyampaikan kabar baik ini, dalam meningkatkan dan melindungi keuangan pribadi para karyawan maupun keluarganya,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kami mengucapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terima kasih.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoClosing" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoClosing" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoClosing" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="IT"&gt;Nur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="IT"&gt; &lt;b style=""&gt;Jamaludin (021) 68962925&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-1292359146239538327?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/1292359146239538327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=1292359146239538327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/1292359146239538327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/1292359146239538327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/04/ayo-para-guru-menabung-untuk-ibadah.html' title='Ayo Para Guru Menabung Untuk Ibadah Haji'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-7647456028660652855</id><published>2009-03-31T05:13:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T05:19:37.353-07:00</updated><title type='text'>The Power of Forgiveness</title><content type='html'>&lt;em&gt;“ … dan hendaknya mereka (mau) mengampuni dan memaafkan (di antara sesama mereka yang bersalah). Tidak sukakah kamu bahwasanya Allah akan menghapuskan dosa bagimu (dengan kamu mau mengampuni dan memaafkan sesama saudaramu), sementara Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang?” (Annur :22).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini tak ada satupun orang yang tak pernah membuat kesalahan. Bahkan, kesalahan pun pernah dilakukan oleh seorang nabi yang maksum (terlindungi dari perbuatan dosa). Masih ingatkah Anda dengan peristiwa yang diabadikan Allah dalam ayat-ayat awal surat Abbasya. Dikisahkan dalam ayat tersebut bagaimana Alah menegur nabi yang tanpa kesengajaanya sedikit mengabaikan seorang buta bernama Abdullah bin ummi maktum yang dalam pandangan Allah lebih mulia karena memiliki ketulusan untuk belajar agama kepada nabi. Tapi, sifat kemanusiaan nabi saat itu, ternyata lebih memberikan perhatian yang powerfull kepada seorang pembesar quraisyi. Padahal menurut Allah pembesar quraisy tersebut bukanlah orang yang serius belajar agama kepada nabi. Terhadap peristiwa ini, Allah menegur nabi Muhammad saw untuk tidak memandang remeh orang-orang yang di hadapan manusia tampak dipandang remeh seperti ummi maktum yang buta ini. Nabi pun menyadari kesalahannya dan saat itu pula beliau bertaubat dan memohon ampunan dan maaf dari Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah Anda dengan peristiwa perjalanan nabi Muhammad ke Thaif. Ketika itu nabi mendapatkan penentangan yang amat luar biasa dari penduduk Thaif. Nabi dilempari oleh batu hingga darah keluar dari anggota tubuh nabi. Malaikat Jibril yang menyaksikan hal tersebut marah luar biasa sehingga ia meminta kepada nabi untuk memberikan pertolongan kepadanya dengan meminta izin kepada nabi untuk melemparkan gunung uhud kepada mereka. Tadi tak mengiyakan apa yang diminta Malaikat Jibril. Tapi nabi hanya berkata singkat, ”sesungguhnya mereka tidak mengetahui apa yang ia perbuat”. Nabi pun memaafkan penduduk Thaif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 2 kisah di atas kita bisa memahami bahwa sesungguhnya dalam hidup ini, kita pernah berbuat salah, dimana hal tersebut sangat mungkin akan menyakiti, menyinggung, melukai perasaan orang lain dan kita pun pernah menjadi korban dari kesalahan orang lain. Allah dan nabi Muhammad telah memberikan contoh yang menjadi terbaik untuk kita menjalani hidup ini. Allah mengampuni nabi Muhammad, sedangkan nabi Muhammad memberikan maaf atas kesalahan penduduk Thaif kepadanya. Inilah sikap yang amat luar biasa, yang selanjutnya menjadi kisah-kisah terindah dalam perjalanan hidup nabi. Dengan sikap inilah selanjutnya nabi menjadi pemimpin besar dan orang paling berpengaruh di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta maaf dan memaafkan dalam hidup ini sejatinya harus menjadi sikap yang harus dimiliki semua orang karena tak ada satu pun manusia yang selalu benar dalam melangsungkan kehidupannya. Manusia bukanlah makhluk sempurna yang tak pernah luput dari kesalahan,kekhilafan dan kekurangan. Bukankah nabi pernah bersabda: &lt;em&gt;”setiap anak Adam adalah pelaku kesalahan dan sebaik-baiknya pelaku kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.(HR. At-Tarmidzi, Ibn Majah dan Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Umar Fayumi, dalam sebuah artikelnya yang di tulis di majalah Noor. Mengingatkan kita betapa memaafkan memiliki manfaat yang amat luar biasa bagi perkembangan kejiwaan kita. Dengan memaafkan, lanjut Umar kita akan merasa enjoy dan lebih bisa dalam menikmati hidup degan perasaan riang dan senyum mengembang di bibir. Hari-hari yang selalu dipenuhi dengan kelapangan hati, keterbukaan diri, kesadaran, ketengangan diri dan kesadaran untuk selalu berbuat yang terbaik untuk orang lain akan memberikan stimulus positif yang mampu melahirkan energi untuk berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan sikap memaafkan kesalahan orang lain memberikan kesempatan kepada kita untuk menutupi segala lembar kisah masa lalu yang kelam dan negatif dan membuat kita selalu mengawali hari baru degan lembaran baru yang putih bersih dan siap ditoreskan dengan prestasi emas. Kesempatan ini akan memberikan kesempatan kepada kita untuk lebih berorintasi ke depan dengan melihat masa lalu sebagai alat belajar untuk menyelesaikan permasalahan yang kelak muncul di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;em&gt;”Ambillah sikaf memaafkan dan perintahkan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.” (QS. Al A’raf:199).&lt;/em&gt; Dari peritah Allah tersebut sesungguhnya memaafkan adalah sebuah sikap yang menunjukkan kesalehan pribadi kita yang membuktikan bahwa diri kita adalah orang yang memiliki kebesaran hati menerima orang lain sesuai dengan proporsinya. Manusia adalah makhluk yang tak pernah lepas dari kesalahan dan khilaf yang saat itu orang lain berbuat salah kepada kita dan mungkin saja di hari-hari selanjutnya kita yang melakukan kesalahan kepada orang lain. Tak kalah pentingnya, saat kita memaafkan berarti kita sedang mengalihkan fokus perhatian kita dari kejadian negatif yang menimpa diri seseorang kepada fokus lain yang lebih positif. Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh yang positif juga terhadap tindakan-tindakan kita. Ayo mudahkan diri kita memaafkan (Universitas Mercu Buana, 8 Maret 2009).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-7647456028660652855?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/7647456028660652855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=7647456028660652855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/7647456028660652855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/7647456028660652855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/03/dan-hendaknya-mereka-mau-mengampuni-dan.html' title='The Power of Forgiveness'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-8468052141307769370</id><published>2009-03-31T05:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T05:11:32.069-07:00</updated><title type='text'>Class Action Korban Situ Gintung</title><content type='html'>&lt;em&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun&lt;/em&gt;. Teman, pagi ini kita dikejutkan dengan musibah jebolnya tanggul situ gintung di Cirende Ciputat Tangerang Selatan Banten. Hujan deras sejak Kamis sore lalu membuat isi situ luber. Air dengan kapasitas lebih 2 juta kubik yang tak tertampung di dalam situ berhasil menjebol tanggul hingga 25 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dibayangkan bagaimana, laju air tersebut menghajar pemukiman penduduk yang hanya berada 12 meter di pinggir tanggul dan berada di bawar tanggul tersebut. Dalam waktu singkat air tersebut telah menghancurkan dan menyeret rumah-rumah yang berada dibawahnya. Dan yang sangat mengharukan adalah kisah di pagi buta setelah azan subuh tersebut juga ikut menghanyutkan ratusan penghuni rumah yang kebanyakan masih terlelap dalam tidurnya. Korban jiwa sampai tulisan ini dibuat berdarkan catatan tv one sekitar 54 orang. Ratusan orang lainnya masih dalam proses pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian material belum bisa dihitung, tapi dari salah seorang korban saja sudah ada yang menghitung kerugian materil sekitar Rp 800juta sampai Rp 1 Milyar. Melihat banyak rumah dan tempat usaha yang hancur bisa jadi kerugian mencapai ratusan milyar. Hal ini seperti disampaikan Maimun seorang pengusaha mebel yang kehilangan seluruh bengkel produksinya tanpa ada sisa satu pun barang maupun properti lainnya. Semua harta bendanya di bengkel tersebut hanyut terbawa arus. Bahkan, 2 orang pekerjanya ikut hanyut dan tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, musibah ini cukup mengangkat simpati publik. Tak kurang wakil presiden dan presiden bergantian untuk segera mengunjungi lokasi kejadian. Bahkan, presiden sendiri hari ini telah mengorbankan waktu cutinya untuk berkampanye di Serang. Ia lebih memilih untuk memberikan rasa simpati kepada korban bencana dengan mengunjunginya langsung ke lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari hal tersebut di atas, ada satu sisi yang saya coba angkat di sini. Dalam sebuah pemberitaan tadi pagi di TV One diungkapkan bahwa kerusakan pada tanggul Situ Gintung sudah terjadi atau berlangsung selama 2 tahun. Warga jug telah meminta pihak terkait untuk melakukan perbaikan. Tapi, hingga musibah terjadi hal ini belum juga kesampaian alias diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Saya ini hal serius yang harus mendapat perhatian semua pihak. Jika benar ungkapan warga lokasi sekitar seperti di kutip TV One. Kita patut meminta pertanggungjawaban publik kepada pajabat terkait. Mengingat dampak musibah ini telah mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit dan juga korban jiwa yang cukup besar, maka laporan warga seperti diberitakan TV One patut ditindaklanjuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud untuk memperkeruh situasi atau menambah beban psikologis para korban serta menggangu kinerja tim yang terlibat dalam evakuasi korban. Menurut saya perlu untuk membentuk tim independen untuk melakukan investigasi lebih jauh laporan warga tentang kerusakan yang telah terjadi sejak dua tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana  kerusakan tersebut terjadi, apakah memang kerusakan tersebut berpotensi untuk menimbulkan bencana seperti yang terjadi saat ini? Jika memang hal ini terjadi kita perlu juga mengetahui kenapa kerusakan yang terjadi dibiarkan sampai 2 tahun tanpa perbaikan? Jika memang ada kelalaian dari pihak-pihak terkait, misalnya dengan sengaja tidak melakukan perbaikan hal ini harusnya bisa kita mintai pertanggungjawabannya. Jadi jika ini terjadi seharusnya para korban bisa melakukan &lt;em&gt;class action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Terakhir, saya berdoa semoga para korban mendapatkan ampunan dari Allah dan di terima di sisi Allah swt. Dan para keluarga korban diberikan ketabahan untuk menghadapi ujian ini.(Petukangan, 27/03/9)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-8468052141307769370?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/8468052141307769370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=8468052141307769370' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/8468052141307769370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/8468052141307769370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/03/class-action-korban-situ-gintung.html' title='Class Action Korban Situ Gintung'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6917654257942899459</id><published>2009-03-23T05:30:00.001-07:00</published><updated>2009-03-23T05:30:21.480-07:00</updated><title type='text'>Caleg Bermasalah</title><content type='html'>Dua hari lalu saya menyaksikan berita liputan kampanye salah satu parpol di Medan, Sumatera utara. Rasanya miris sekali hati ini menyaksikan berita tersebut. Apa yang membuat saya miris adalah bagaimana bisa seorang caleg yang selalu berkoar-koar ingin membela kepentingan rakyat kecil justru ketika kampanye melakukan perbuatan tak terpuji membohongi pedagang sate jinjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemberitaan tersebut, seorang pedagang sate jinjing tampak marah-marah kepada sang caleg dari Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI). Pasalnya, ketika ia menagih bayaran atas sate  yang dijualnya kepada sang Caleg yang sebelumnya memesan untuk para simpatisannya ia tak mau membayarnya. Sang caleg mungkir kalau dia telah memesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir, beginikah  profil caleg kita? Kalau hanya sekadar membayar sate yang cuma ratusan ribu Rupiah saja ia tak mau membayar apa yang ia pesannya, ini sangat keterlaluan. Padahal, bagi pedagang sate omset jualan dia saat itu sangatlah berarti bagi kelangsungan usahanya. Bagaimana perasaan keluarganya yang berharap banyak dari hasil penjualan sate hari itu. Sungguh terlalu, itulah ungkapan yang bisa kita ungkapkan terhadap kejadian tersebut. Lalu apa sebenarnya yang mau diperjuangkan sang caleg? Kalau baru kampanye saja sudah mempertontonkan kebohongan. Bisakah dia dipercaya mengemban amat besar untuk memperjuangkan aspirasi rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somoga kejadian di atas hanyalah kasuistik saja. Peristiwa ini, cukup membuat saya berpikir lebih jauh apakah potret caleg bermasalah semacam ini adalah gambaran umum dari caleg-caleg yang sekarang sedang ”manggung” di pentas demokrasi. Sekali lagi saya berharap, ini hanya kasuistik saja. Tapi, koq saya jadi teringat dengan berita beberapa hari sebelum  kampanye. Ada berita caleg mencuri kelapa sawit untuk modal kampanye, ada lagi cerita caleg memperkosa anak di bawah umur dan yang teranyar tadi malam saya juga menonton berita caleg digelandang ke mapolsek karena menggelapkan dana bantuan pembangunan masjid untuk modal kampanyenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, sudah sepatutnnya kita sebagai pemilih harus benar-benar teliti sebelum memutuskan memilih. Kenali dulu siapa yang mau kita pilih. Jangan sampai suara kita diberikan kepada mereka yang orientasi pencalegannya tidak jelas seperti ingin cari uang saja atau popularitas saja atau orientasi-orientasi lainnya yang sangat sarat dengan kepentingan pribadi saja. Suara kita haruslah kita berikan untuk mereka yang benar-benar ingin berjuang untuk masyarakat khususnya mereka yang di bawah garis kemiskinan, mereka yang termiskinkan secara sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kampanye ini, ayo kita manfaatkan untuk benar-benar memperhatikan siapa-siapa yang layak kita berikan amanah. Mereka yang pantas tentunya adalah mereka yang bersih, amanah, cerdas, berani, peduli, memiliki visi perjuangan, punya track record baik di masyarakat. Tanpa harus skeptis terhadap apa yang saya paparkan di atas, saya yakin masih ada mereka yang memiliki karakteristik di atas. Selamat menikmati pesta demokrasi. Semoga akhir dari pesta ini segala harapan kita tentang masa depan bangsa ini dapat terwujud. (Pondok Parigi Indah, 21 Maret 09).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6917654257942899459?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6917654257942899459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6917654257942899459' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6917654257942899459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6917654257942899459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/03/caleg-bermasalah.html' title='Caleg Bermasalah'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-7868667632576073824</id><published>2009-03-23T05:24:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T05:26:31.612-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Merancang Dana Pendidikan Anak Anda</title><content type='html'>&lt;em&gt;”Dan Hendaklah takut orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itulah hendaknya mereka bertakwa kepada Allah swt dan hendaklah mereka berkata yang benar”. (surat AnNisa: 9)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan berikut saya ingin mencoba lebih teknis lagi membantu teman-teman untuk merencanakan bagaimana seharusnya kita menyiapkan rancangan dana pendidikan untuk anak-anak kita tercinta.Tapi sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit apa itu perencanaan keuangan? Perencanaan adalah cara kita dalam menyiapkan kebutuhan jangka panjang yang berkaitan dengan kebutuhan keuangan seperti menyiapkan biaya pendidikan bagi putra-putri kita , menyiapkan biaya kehidupan ketika pensiuan nanti, membangun bisnis, termasuk untuk mempersiapkan bila resiko kehidupan terjadi kepada diri kita seperti terkena penyakit kritis, cacat total bahkan meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mempersiapkan dana pendidikan anak termasuk dalam perencanaan pendidikan jangka panjang. Hal ini tentunya memerlukan strategi khusus dan persiapan yang matang. Sebab, anak adalah titipan Tuhan dimana hak-hak anak haruslah kita persiapkan dan berikan sebaik mungkin. Salah satu hak tersebut adalah mendapatkan pendidikan yang terbaik. Pentingnya pendidikan terbaik bagi anak-anak kita adalah karena pendidikan menjadi salah satu faktor kunci bagi bagi kesuksesan anak kita dalam menghadapi hidupnya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang membuat menyiapkan pendidikan terbaik bagi anak kita menjadi sangat urgent adalah karena dari tahun ke tahun biaya pendidikan, terutama pendidikan tinggi mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Adapun tantangan ke depan juga menjadi kendala tersendiri bagi anak-anak kita. Sudah dapat dipastikan bahwa standar pendidikan ke depan menjadi lebih tinggi lagi dari sekarang. Kita bisa membayangkan ke depan bagaimana sulitnya menghadapi persaingan kerja dan bisnis. Jika saat ini saja lulusan-lulusan sarjana S1 banyak yang tersingkir dari bursa kerja. Apatah kelak yang akan terjadi dengan anak-anak kita. Tentu, Sarja S1 sudah sangat tidak mencukupi lagi untuk ia bersaing dengan derasnya globalisasi yang berimplikasi pada pasar tenaga kerja global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya ada hal-hal yang perlu menjadi perhatian kita untuk dipersiapkan. Hal tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Jenjang pendidikan Anak.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jenjang pendidikan dimulai dari TK, SD, SMP, Pendidikan tinggi atau Universitas. Sebagian orang merasa perlu untuk memasukkan anaknya di Playgroup sebelum masuk TK. Kebanyakan orang tua menyiapkan anak sekolah hingga S1, sebagian lagi mempersiapkan anaknya untuk sekolah hingga jenjang S2. Banyak pula dari orang tua yang memberikan pendidikan tambahan luar sekolah kepada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenjang pendidikan inilah yang menjadi pertimbangan berapa sesungguhnya biaya yang harus kita persiapkan untuk anak-anak kita. Karenanya, kita sebagai orang tua sudah bisa merencanakan sampai tingkat atau level apa anak-anak kita bersekolah. Apakah kita mulai dari Playgroup hingga S1 atau langsung masuk TK atau SD, hingga S2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;strong&gt;. Si Kecil mau sekolah dimana?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Apakah anak mau kita akan masuk sekolah negeri atau swasta. Di dalam atau Di luar Negeri. Hal ini bisa menjadi bahan perkiraan berapa dana yang sebetulnya kita butuhkan untuk buah hati kita. Tentu berbeda biaya sekolah negeri dengan swasta. Preferensi ini sangat ditentukan dengan kondisi keuangan kita. Tentu prinsip utamanya adalah memilihkan pendidikan terbaik sesuai dengan kondisi keuangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Cari Informasi dana yang dibutuhkan di sekolah tersebut.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui beberapa sesungguhnya dana pendidikan untuk anak-anak kita tak ada jalan lain selain kita mencari tahu berapa masing-masing dana yang dibutuhkan untuk setiap level pendidikan yang akan dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Menghitung berapa tahun anak akan menjalani sekolahnya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Jika sudah kita ketahui rencana masa pendididikan anak-anak kita dan kita sudah tahu seberapa besar biaya yang diperlukan maka hitunglah nilai akan datang (future value) dari biaya tersebut dengan memperkirakan angka inflasi setiap tahunnya. Kita pun InsyaAllah akan mengetahui sebarap besar kebutuhan biaya yang akan diperlukan. Selanjutnya hal ini akan memudahkan kita untuk melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai cita-cita dan keinginan tersebut. Selamat merencanakan keuangan. Insya Allah tulisan berikut saya akan mengupai sebuah produk unit link sebagai salah satu metode perencanaan keuangan yang bisa membantu Anda untuk mencapai masa depan yang lebih baik. &lt;em&gt;(Pondok Parigi Indah, 23/03/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-7868667632576073824?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/7868667632576073824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=7868667632576073824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/7868667632576073824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/7868667632576073824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/03/bagaimana-merancang-dana-pendidikan.html' title='Bagaimana Merancang Dana Pendidikan Anak Anda'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-8461150891579482293</id><published>2009-03-23T05:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T05:20:04.128-07:00</updated><title type='text'>Asuransi Pendidikan Anak Anda</title><content type='html'>Sahabat, beberapa pekan yang lalu saya pernah menjanjikan bagaimana merencanakan keuangan untuk pendidikan anak-anak kita. Tulisan berikut semoga ada manfaatnya yaa… Bagi kita para orang tua sangatlah penting membangun kesadaran untuk mempersiapkan dana/anggaran untuk pendidikan anak-anak kita. Sebab, prinsipnya semakin dini mempersiapkan dana pendidikan anak maka akan semakin baik. Sebab, semakin dini mempersiapkannya berarti optimalisasi hasil yang ingin dicapai akan semakin mudah dan cepat diwujudkan. Hasil investasi atau margin bagi hasil yang didapatkan dari tabungan dana pendidikan itu pun akan semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika kita mengambil program asuransi pendidikan maka hal terpenting yang perlu teman-teman ketahui adalah jumlah premi yang kita bayarkan sangatlah tergantung pada usia orang tua dan anak yang ikut. Semakin bertambah usia kita, akan meningkatkan biaya premi yang kita bayarkan. Ini artinya, nilai pertanggungan yang  sama akan berbeda besarnya premi yang dibayarkan untuk usia yang berbeda. Jadi jika sekarang kita berusia 30 tahun dan ikut program asuransi pendidikan untuk anak kita jumlah premi yang kita bayarkan akan berbeda jika kita menundanya sampai usia 35 tahun. Jadi, Ayo jangan sampai kita menunda untuk memberikan yang terbaik untuk anak kita. Tidak ada kata terlambat untuk membelikan polis asuransi pendidikan untuk anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, dalam mempersiapkan dana pendidikan, sebaiknya kita sesuaikan dengan kemampuan financial yang kita miliki. Prinsipnya jangan memaksakan diri, karena  yang terpenting adalah persiapan sejak dini yang utama kita lakukan. Sisihkan saja yang wajar yang tidak mengganggu cash flow keluarga Anda. Untuk mempersiapkannya ada beberapa point penting yang menjadi tinjauan kita. Hal ini dilakukan agar tujuan pendidikan anak kita tercapai, berikut point penting tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; Merencanakan pendikan anak harus mempertimbangkan jmlah anak, usia orang tua, serta usia anak. Berdasarkan hal tersebutlah kita selanjutnya mampu menyususun rencana pengelolaan keuangan keluarga yang dapat menjamin pendidikan bagi anak di masa mendatang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua; Mengatur jumlah anggaran pendidikan setiap anak sesuai dengan jenjang pendidikan. Pengaturan ini dapat dilakukan dengan cara menabung sendiri atau mengikuti program asuransi pendidikan untuk masing-masing anak. Saya mereferensikan untuk mengikuti program asuransi pendidikan karena hal ini akan lebih mendisiplinkan kita untuk menabung dengan teraratur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketiga; Realistis dalam merencanakan anggaran pendidikan anak. Pilihlah instrumen  investasi yang paling memungkinkan untuk Anda. Semisal, bagi  Anda yang berani terhadap risiko. Cocok kiranya untuk membeli produk asuransi pendidikan yang nilai keuntungan investasinya tinggi yakni produk unitlink yang berbasis equity fund. Hal ini akan sangat cepat bagi pertumbuhan nilai investasi Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keempat; Perbandingan tabungan dan kebutuhan. Secara umum umum sebaiknya persentase tabungan rutin adalah 5% untuk simpanan arus kas, 10% untuk tabungan jangka panjang seperti tabungan pendidikan, pensiun dan 5% untuk pengembangan investasi jangka panjang. Usahakan total tabungan Anda minimal 20% dari income Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kelima; Berani mengurangi dana untuk keperluan lain. Kebutuhan untuk anak kita adalah sesuatu yang tak bisa ditawar, karena ia adalah investasi termahal kita. Jadi, jika Anda mengalami kesulitan keuangan usahakan untuk tetap konsisten menyisihkan tabungan untuk anak kita. Cobalah koreksi ulang pengeluaran kita dan pangkas keperluan lain yang bisa ditinggalkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-8461150891579482293?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/8461150891579482293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=8461150891579482293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/8461150891579482293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/8461150891579482293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/03/asuransi-pendidikan-anak-anda.html' title='Asuransi Pendidikan Anak Anda'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-4207545878153427411</id><published>2009-03-23T05:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T05:04:56.057-07:00</updated><title type='text'>Tragedi Pendidikan di Tengah Janji Manis Politisi</title><content type='html'>Obral janji, klaim keberhasilan marak di mimbar kampanye. Tapi, ada hal yang sangat mengharukan terjadi pada pekan lalu. Murid sekolah dasar di SD Negeri Sukamulyo Kabupaten Malang berubutan bangku sekolah. Saling tarik dan diiringi raungan tangis bocah-bocah lugu pewaris masa depan bangsa ini. Ironis!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis sekali, di tengah klaim keberhasilan pemerintah, ternyata masih ada SD Negeri yang tidak mampu melunai hutang pengadaan bangku dan meja sekolah. Dan ini adalah fenomena gunung es. Hanya yang terlihat oleh media  masa, saya yakin bahwa yang tak terliput oleh media massa lebih banyak lagi. Di mana letak keberhasilan yang diklaim pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji manis yang kini marak di mimbar kampanye pun sesungguh janji-janji lama yang sampai hari ini belum juga terwujudkan. Mulai dari pendidikan gratis yang nyatanya masih penuh dengan pungli sebagai kompensasi atas biaya yang dulu pernah dibayarkan orang tua murid ke sekolah. Kini marak dijanjikan kembali. Masih ingat pemilu 5 tahun lalu, ketika parpol menjanjikan perbaikan di dunia pendidikan tapi kenyataannya masih banyak sekolah yang hampir ambruk pun sampai kini masih berdiri terseok. Tak ada Anggota Dewan yang mau mengadvokasi dengan serius hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pemilu akan segera menghampiri kita. Masa kampanye sudah tiba, musim janji pun telah marak. Seperti pedagang obat para politisi kini sedang asyik menjual pepesan kosong kepada kita. Maukah kita membeli pepesan kosong itu. Tentu tidak. Kita mau pepesan ikan, atau pepesan tahu yang jelas isi dan rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, teman. Kita harus mengingatkan para politis untuk tidak mengumbar janji surga yang belum tentu mereka mampu memperjuangkannya. Kita lebih perlu hal yang kecil-kecil tapi itu bisa realistis dilaksanakan. Kita perlu komitmen yang jelas ketimbang janji. Komitmen untuk tidak korupsi, komitmen untuk bekerja profesional, komitmen untuk sungguh memperhatikan aspirasi pemilih. Ingat kita bukan objek demokrasi tapi kita subjek demokrasi, kita pemegang saham terbesar untuk majunya demokrasi kita, Jangan sampai tragedi memilukan dan memalukan terjadi lagi de tengah kita. (Pondok Parigi Indah, 23/03/09).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-4207545878153427411?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/4207545878153427411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=4207545878153427411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/4207545878153427411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/4207545878153427411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/03/tragedi-pendidikan-di-tengah-janji.html' title='Tragedi Pendidikan di Tengah Janji Manis Politisi'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6801718109453882235</id><published>2009-03-12T04:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T04:28:50.980-07:00</updated><title type='text'>Kampanye dan Kebaikan Sejati</title><content type='html'>Masih bebarapa hari lagi kampanye Pileg akan dimulai, atribut kampanye makin memenuhi ruas-ruas jalan. Bahkan, gang-gang sempit pun kini telah dipenuhi pula atribut kampanye. Dan sepertinya hal ini akan semakin bertambah marak saja dengan semakin mendekatnya ajang kampanye. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para  kandidat pun kini makin sering keliling pelosok-pelosok pemukiman guna mencari dukungan. Mulai dari hanya sekadar dialog basa-basi yang sering mereka sebut sebagai jaring dan serap aspirasi, sampai pada janji "ini-itu" jika terpilih nanti. Tidak sedikit juga dari caleg tersebut yang sudah membayar "DP POlitik" kepada masyarakat dengan memberi sumbangan bermacam rupa. sebut saja, perbaikan lapangan olahraga, aspal jalan, perlengkapan ibadah dan yang bermodal besar tentu memberikan ongkos mobilisasi kepada tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh yang dapat menjadi vote geter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, ada yang harus kita cermati terhadap fenomena 5 tahunan ini. Jangan mudah terkecoh dengan obral kebaikan di saat menjelang kampanye seperti ini. Di hari-hari menjelang pemilihan umum ini. Kita sering menjumpai "orang-orang baik" bertambah banyak, terutama mereka yang menjadi caleg-caleg dan para tim suksesnya. Mereka begitu rela dan "ikhlas" menggelontorkan pundi-pundi kekayaannya untuk membiayai kampanyenya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus benar-benar jeli. Apakah kebaikan selama menjelang kampanye ini adalah sebuah bentuk kepedulian yang sesungguhnya. Ataukah hanya sekadar "Carmuk" untuk memuluskan mereka melenggang ke gedung dewan yang terhormat. Inilah yang harus kita perhatikan bersama. Jangan sampai kita kembali tertipu. Tertipu untuk  kesekian kalinya. Ayo teman, kita gunakan hati nurani kita untuk benar-benar mampu menilai dengan cermat dan bijak. Siapa-siapa saja Caleg yang memang memberi dengan tulus dan ikhlash untuk masyarakat.(bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6801718109453882235?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6801718109453882235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6801718109453882235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6801718109453882235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6801718109453882235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/03/kampanye-dan-kebaikan-sejati.html' title='Kampanye dan Kebaikan Sejati'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6306979491765398763</id><published>2009-02-16T08:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T08:10:09.483-08:00</updated><title type='text'>Berubah itu Perlu</title><content type='html'>“Dunia tidak harus berubah. Satu-satuya yang harus berubah adalah sikap kita”&lt;br /&gt; (Geral Jampolsky)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan selalu ditandai oleh perubahan. Seorang manusia misalnya, mengawali hidupnya menjadi  seorang bayi yang kehidupannya sangat tergantung kepada orang terdekatnya. Kemudian, ia menjadi makhluk kecil yang belajar bicara, berjalan, berlari dan melaksanakan aktivitas lainnya yang ia pelajari dari lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia ingin bertumbuh, maka ia harus mampu melampaui banyak perubahan dari dalam maupun luar dirinya. Dan syarat utama dari sebuah perubahan adalah adanya kemauan untuk melakukan proses belajar yang continue. Apa yang terjadi apabila kita tak peduli dengan perubahan? Ketika kita tidak mau mengambil jalan perubahan  maka sesungguhnya kita sedang menyerahkan diri dan keadaan diri kita diubah oleh orang lain atau diri kita dipaksa berubah oleh perubahan yang sebelumnya tidak kita kehendaki tersebut. Maka, perubahan menjadi peristiwa yang amat pahit bagi diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan atau pembaharuan atau apa pun nama lain yang diberikan pada dasarnya dilakukan untuk melanjutkan kehidupan. Maka, siapapun yang mencintai kehidupan dirinya hendaklah tidak membenci, memusuhi perubahan. Apalagi sampai membunuh perubahan. Menarik apa yang disapaikan oleh Goerge Bernard Shaw menurutnya, tak ada kemajuan tanpa perubahan. Ia menambahkan bahwa orang yang tak bisa mengubah pikirannya tak akan mengubah apapun. Senada dengannya Jhon F. Kennedy, mengemukan bahawa change is the law of life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita menyadari bahwa perubahan adalah keniscayaan, maka sepatutnya kita paham benar, apa-apa saja yang menjadi objek atau dimensi  perubahan yang harus kita hadirkan untuk diri kita. Yang pertama kali harus kita ubah dalam hidup ini adalah apa yang  ada di kepala kita. Kita tidak akan mencapai hasil yang baru manakala kita tak mau menyadari bahwa isi kepala kita harus dimuati oleh pikiran-pikiran segar. Menyelesaikan sesuatu dengan menggunakan cara-cara baru adalah kebutuhan zaman. Seorang sukses adalah sosok yang sangat terbuka dengan hal-hal baru. Ia siap membuka alam pikirannya terhadap cara-cara baru. Mendapatkan pengalaman baru dari melakukan cara baru adalah sesuatu yang menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang cinta perubahan adalah mereka yang selalu mencoba hal-hal baru, dan ketika  ia tak mendapatkan hasil yang baik dari caranya itu maka ia tak memandangnya sebagai kegagalan. Ia akan mengatakan bahwa caranya mungkin belum tepat, masih salah sehingga ia terus mencari cara baru untuk mencapai keberhasilannya. Ia akan sangat senang mendapatkan ribuan pembelajaran baru di dunia ini. Aktivitas belajarnya dilakukan dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja tanpa ada ruang atau dimensi yang bisa membatasinya. Ia akan sambut dengan ramah pembalajaran dan pengalaman baru sebagai khasanah baru yang akan mengisi ruang-ruang di dalam kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi perubahan yang kedua adalah, sikap (atitude). Sesungguhnya kesuksesan seseorang lebih ditentukan oleh sikapnya menghadapi kehidupan ini. Orang yang menyikapi kehidupan ini dengan santai maka kelak ia tak akan mendapatkan hasil yang besar. Orang yang menyikapi hidup ini dengan sikap-sikap positif dan memiliki pandangan hidup yang besar terhadap kehidupan ini ia kelak akan mendapatkan buah dari sikapnya tersebut terhadap hidup ini. Sepatutnya, kita senantiasa memperbaharui sikap kita terhadap hidup ini. Jangan biarkan sikap kita menjadi tercemari oleh virus yang merusak hidup kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6306979491765398763?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6306979491765398763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6306979491765398763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6306979491765398763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6306979491765398763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/02/berubah-itu-perlu.html' title='Berubah itu Perlu'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-3804256619556552846</id><published>2009-02-16T07:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T08:02:41.660-08:00</updated><title type='text'>Jangan Berhenti Belajar</title><content type='html'>“Tuntutlah ilmu (belajar) dari buaian hingga liang lahat” (Alhadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah inspiratif yang perlu kita ambil hikmahnya. Adalah Kazui Inamori, seorang anak desa yang kini menjadi konglomerat terkemuka di Jepang. Ketika pertama kali ia bekerja pada tahun 1955, ia punya hambatan besar dalam menerima dan berbicara di telepon. Maklum, ia anak desa yang tak pernah tinggal di kota besar, jadi sangat tidak terbiasa berbicara dengan dialek selatan yang kental. Ia tak mau menunjukkan dialek desanya yang ’medog”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ia tak mau hal tersebut berlangsung lama. Ia sadar bahwa dirinya memeliki kekurangan dalam hal berbahasa. Makanya ia tak mau mengalami kompleks kurang harga diri, minder dan malu. Saat itu pula ia memutuskan untuk menerima kelemahannya dan mau bekerja keras untuk menutupi ketidaknyamanannya itu dengan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya memang anak desa, itu harus saya akui, saya hanya kuliah di Sekolah Tinggi desa. Saya tidak banyak mengetahui tentang dunia luar, karenanya saya tak pernah berharap sukses kecuali saya belajar segalanya mulai dari bawah dan bekerja lebih keras dibandingakan orang lain,” Ujarnya dengan penuh optimistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, ia belajar untuk tidak menyangkal kelemahannya. Untuk tidak berpura-pura atas ketidakmampuanya melakukan sesuatu. Ia terima semua itu sebagai tantangan besar untuk meraih keinginan besar dalam hidupnya. Ia putuskan untuk melangkah lebih baik, dengan belajar serius. ”Janganlah berpura-pura dapat melakukan sesuatu yang sesungguhnya tak bisa Anda lakukan. Akui apa yang Anda tidak bisa dan mulai dari sana”. Seperti  ditulis Kazuo Imamori dalam bukunya Passion for Success.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghalang keberhasilan terbesar kita sesungguhnya adalah ketika kita merasa sudah pintar. Kita puas dengan apa yang telah kita kuasai dan capai hari ini. Padahal, dunia selalu berkembang cepat. Arus perkembangan teknologi informasi begitu derasnya. Dunia bisnis begitu ekspansif kemajuannya. Kemampuan, kepandaian yang kita miliki tidak mungkin mampu menjawab tantangan-tantangan yang ada dan berkembang begitu pesat. Jadi, tak ada orang yang sukses tanpa menjadi pembelajar seumur hidup, karena masalah dan tantangan hidup selalu lebih cepat mengalami perubahan ketimbang kemampuan dan ilmu yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-3804256619556552846?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/3804256619556552846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=3804256619556552846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/3804256619556552846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/3804256619556552846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/02/jangan-berhenti-belajar.html' title='Jangan Berhenti Belajar'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-5968214158349050892</id><published>2009-02-16T07:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:57:12.124-08:00</updated><title type='text'>Nikmati Kegagalan</title><content type='html'>Sukses adalah 99% gagal (Soichiro Honda, Pendiri Honda Motor Company)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam segala bidang kehidupan tidak ada orang yang mau gagal. Seorang pelajar tentu ingin lulus dengan nilai yang memuaskan. Seorang guru ingin anak didiknya dapat memahami setiap pelajaran yang diajarkan. Salesmen ingin produknya terjual. Para pengusaha ingin perusahaannya untung. Jadi jelas setiap orang ingin menjadi pemenang. Orang akan bangga apabila mampu mencapai apa yang menjadi target dan keinginannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sudah menjadi kelaziman bahwa untuk mencapai kesuksesan tersebut haruslah melalui jalan yang berliku. Proses yang harus dilalui memerlukan penantian. Kebanyakan orang tidak pernah menyiapkan sebuah kondisi dalam dirinya kalau-kalau proses yang dilalui akan memberikan hasil kegagalan. Gagal bagi kebanyakan orang adalah sebuah momok yang menakutkan. Kita tahu bahwa kebanyakan orang berhasil setelah melalui proses kegagalan demi kegagalan. Memang  ada dari mereka yang mencapai keberhasilannya dengan cara yang mulus-mulus saja. Tapi ini sangat sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kita yang sangat puas dengan  keberhasilan yang didapatinya, tapi sangat sedikit dari kita  yang mampu ’menikmati’ kegagalan. Padahal jika kita mampu ’menikmati’ kegagalan ini berarti kita sedang mempertinggi kesigapan kita untuk dapat mengantisipasi tanda-tanda  kegagalan yang mungkin saja terjadi berikutnya. Orang yang ’menikmati’ kegagalan adalah orang yang mereview proses yang ia lakukan guna  mencari tahu kenapa ia gagal. Ia akan menjadikan pengalaman kegagalannya itu sebagai stimulan positif dalam rangka menghadirkan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita harus ’menikmati’ kegagalan kita? Karena sesungguhnya kesuksesan ataupun kegagalan keduanya seperti teman, mereka tidak dipisahkan terlalu jauh seperti kutub selatan dan kutub utara. Karena, orang yang sukses biasanya lebih banyak mengalami kegagalan, tetapi ia tak pernah langsung berhenti. Orang gagal adalah orang yang memutuskan berhenti melakukan ketika kesuksesan belum ia dapatkan. Karenanya ketika kita belum memutuskan berhenti untuk mencapai kesuksesan, maka selama itu pula peluang sukses atau gagal akan terus berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan akan lebih tampak dihadapan mata, bagi mereka yang ’menikmati’ kegagalannya dengan cara mempersiapkan dirinya untuk mencapai kesuksesan itu. Mereka adalah orang  yang  merelakan tidur lebih malam dan bangun lebih awal. Rela melumuri badannya dengan peluh dan keringat. Memasukkan lebih banyak ke kepalanya nutrisi berupa ilmu dan pengetahuan dan belajar dari setiap kesalahan yang dilakukanya. Selalu mencari cara terbaru untuk memecahkan batu-batu penghalang cita-citanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henry Ford pernah mengatakan bahwa kegagalan hanyalah sebuah peluang untuk memulai lagi dengan cara yang lebih cerdik. Kita setuju di dunia ini banyak  orang gagal. karena kebanyakan dari mereka berhenti melakukan dan mencoba lagi setelah kegagalan ia jumpai. Sedikit sekali di dunia ini orang yang mau melakukan lagi setelah orang lain menilainya gagal Kisah  yang amat masyur tentang orang-orang sukses yang tak pernah putus asa mendapati hidupnya penuh dengan kegagalan kisah kolonel sharder bagaimana ia harus ditolak oleh lebih 2000 orang ketika ia menawarkan resep ayam gorengnya, dan karena usahanya tersebut kini kita mengenal ayam goreng kentucky. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tak kalah dramatiknya adalah Sirivat, seorang pengusaha property dari Thailand yang bangkrut akibat tak kuat menanggung bunga bank yang naik hingga 70%. Kekayaannya musnah dalam sekejap. Di tengah kegagalannya itu ia tak menyerah. Ia menikmati kegagalannya. Ia tidak prustasi apalagi bunuh diri. Ia mau  mengawali kembali bisnis barunya dengan berjual sadwich keliling dengan menggunakan box gendong. Ia korbankan semua perasaannya, rasa malu, rasa malas, rasa kecewa. Dan apa yang ia hasilkan kini setelah 12 tahun bangkit, bermula dari menjual 40 sadwich per hari, kini ia telah memiliki bisnis besar dengan banyak kedai Coffe corner, beragam produk minuman  juga mampu ia pasarkan. Dan ia makin yakin, dalam waktu singkat ia mampu menyaingin starbuck, ia juga bertekad akan menjual 100.000 sanwich dalam setiap harinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-5968214158349050892?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/5968214158349050892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=5968214158349050892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5968214158349050892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5968214158349050892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/02/nikmati-kegagalan.html' title='Nikmati Kegagalan'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-1684602698276981783</id><published>2009-02-16T07:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:55:09.673-08:00</updated><title type='text'>Disiplin Kunci Sukses</title><content type='html'>Orang bijak pernah mengatakan seperti ini, “kala kita bodoh kita ingin menguasai dunia, kala kita pintar dan bijak kita ingin menguasai diri kita sendiri.” Bagi pribadi sukses kata-kata di atas sangatlah dasyat dan luar biasa. Sebab, mereka menyadari bahwa tantangan terbesar bagi pribadi yang ingin sukses adalah menguasai diri sendiri. Berapa banyak di dunia ini orang yang bisa membuat ribuan perencanaan hidup tapi sedikit sekali dari mereka yang mampu menjalankan rencana yang telah dibuatnya itu. Ini artinya kita harus mampu melahirkan kedisiplinan diri untuk dapat sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada orang yang bisa sukses selain dia yang siap menghadapi dan mengatasi kesulitan-kesulitan dan mempersiapkan dairi memikul tanggung jawab (William J H Boetcher)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhenald Kasali, dalam bukunya Change, mengutip apa yang ditulis Jhon C. Maxwell (1993) dalam buku Developing the Leader Within You. Memberikan tips praktis untuk membangun kedisiplinan diri. Pertama; Mulailah dengan diri sendiri (start with yourself). Selalu lakukan suatu yang positif  dari diri sendiri. Lakukan intropeksi diri sebelum menuntut orang lain untuk melakukan Sesutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; jangan berorintasi pada orang lain tapi bagi diri sendiri.  (dont oriented to another but yourself). Kita harus ikhlas dalam mendisiplinkan diri, jangan karena kita ingin mengalahkan orang lain atau ingin mendapatkan pujian orang lain. Kita akan kecewa ketika orang lain tidak bisa kita kalahkan, atau kita akan menyesal ketika tidak ada orang lain yang memuji kita. Jadi dampak disiplin yang lahir karena orang lain tidaklah permanen untuk memajukan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; Jangan Menunda. Lakukan dari sekarang (start early). Kebiasaan buruk kita adalah menunda pekerjaan, memperlambat memulai hal-hal baik yang sudah  ada dalam pikiran kita. Jangan tunggu sore datang kalau di pagi hari kita mampu menyelesaikan pekerjaan untuk sore hari. Kita harus adopsi cara-cara bekerja orang besar : kerja keras dengan tidak menunda pekerjaan, persistent (ulet dan tekun), bertanggungjawab dan bersikap positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat; Mulailah dari hal yang kecil (start small), Jangan abaikan hal-hal kecil, karena hal-hal besar selalu diawali dari yang kecil. Perubahan besar tidak akan terjadi jika tidak diawali dari perubahan kecil. Disiplin untuk membuang sampah pada tempatnya, shalat tepat waktu, bangun sebelum subuh adalah perkara kecil yang mampu mendorong kita untuk melakukan kedisiplinan yang lebih besar. Ingatkah kita dengan  pepatah China yang mengatakan bahwa orang yang memindahkan gunung memulai dengan memindahkan batu-batu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang juga (start Now), Sekarang! Ya, harus sekarang karena menunda hari esok membuat fokus kita menjadi hilang, karena kita bisa dipastikan esok hari kita akan mendapatkan pekerjaan lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-1684602698276981783?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/1684602698276981783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=1684602698276981783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/1684602698276981783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/1684602698276981783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/02/disiplin-kunci-sukses.html' title='Disiplin Kunci Sukses'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-3517450273433366341</id><published>2009-01-14T17:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T18:53:00.097-08:00</updated><title type='text'>Besarnya Biaya Pendidikan Saat Ini</title><content type='html'>Teman, beberapa pekan lalu istri saya mencari sekolah untuk Anak tunggal kami yang kebetulan sekarang masih duduk di PlayGroup. Tahun ini anakku mau masuk Taman Kanak-kanak. Mungkin sama seperti yang Anda lakukan bertanya soal kualitas pendidikan di sekolah tersebut dan membandingkannya dengan Rupiah yang harus kita keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, Wow luar biasa, tak ada sekarang sekolah yang murah. Mahal semuanya....!!! Ini  termasuk juga sekolah yang menurut penilaian kami tak terlalu istimewa. Saya sadar, untuk menyekolahkan anak butuh persiapan dan perencanaan yang matang. Karenanya, saya mo berbagi dengan teman-teman, bagaimana kita menyiapkan kebutuhan yang sangat penting ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sangat menyadari kalau anak kita adalah aset penting dalam hidup kita. Menjadi tanggungjawab kita sebagai orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka. Kita sadar, untuk mendapatkan pendidikan yang baik, kita harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan trendnya, dari tahun ke tahun terus meningkat. Saya pernah membaca dalam sebuah artikel tentang inflasi pendidikan ini, di negara maju kecenderungannya naik 20% per tahun dan di negera kita anatara 10% hingga 15%. Hal inilah yang banyak dikeluhkan orang tua, padahal anak harus mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal hidupnya kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan berkecil hati, Insya Allah dana pendidikan anak bisa lho dipersiapkan dari jauh-jauh hari.  Tentunya semakin dini semakin baik. Karena hal ini akan semakin menjamin terkumpulnya dana pendidikan anak kita. Tapi, jangan juga kita yang belum mempersiapkannya merasa ketinggalan dan pesimis menatap masa depan pendidikan anak kita. Masih ada waktu, karena tak ada istilah terlambat. Saatnya sekarang kita melakukan Financial Planing yang lebih baik. Caranya bagaimana, Insya Allah dalam tulisan saya berikutnya yaa... Saya janji untuk menjelaskan sejelas mungkin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-3517450273433366341?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/3517450273433366341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=3517450273433366341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/3517450273433366341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/3517450273433366341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/01/besarnya-biaya-pendidikan-saat-ini.html' title='Besarnya Biaya Pendidikan Saat Ini'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6454566057764293078</id><published>2009-01-11T23:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T23:54:23.074-08:00</updated><title type='text'>Tragedi Kemanusian Tak Terlupakan</title><content type='html'>Teman....&lt;br /&gt;Hari-hari indah kita sedang dicemari oleh pemberitaan massif tentang tragedi kemanusian yang amat memilukan. Pembantaian yang amat luar biasa, pembantaian anak manusia atas nama memerangi "terorisme". Sungguh memalukan apa yang sedang kita saksikan ini. Sebab, seluruh masyarakat dunia sedang mengkampanyekan apa yang kita sebut "Humanright" &amp; "demokrasi". Tapi, dihadapan kita dan ratusan juta anak-anak yang belajar dari kita sebuah perlakuan yang amat memalukan. Perlakuan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, perlakuan yang bertentangan dengan semangat domokrasi yang kita gaungkan dan agungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin ini bisa ditolelir.....????&lt;br /&gt;Atas nama memerangi "teroris" Gaza dobombardir oleh jutan ton bom yang tidak saja meluluhlantahkan rumah sipil, tapi juga tempat ibadah, rumah sakit bahkan yang tak kalah hebatnya adalah bom itu telah mengakhiri anak-anak Palestina yang hebat. Anak-anak Palestina yang "luar biasa". Kalaupun anak Palestina tidak terbunuh tapi bom-bom itu telah membunuh masa depan anak-anak palestina. Karena trauma yang luarbiasa telah merasuki otak dan pikiran bocah palestina yang malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,....&lt;br /&gt;Akankah ini terus berlangsung. apakah masih kurang korban yang telah berjatuhan untuk menyadarkan mereka yang durjana. Ayo sahabat mari kita hentikan agressi israel tersebut. Ayo sahabat tunjukkan kepedulian kita dengan mendesak lembaga-lembaga dunia untuk lebih proaktif menyetop agressi israel ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6454566057764293078?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6454566057764293078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6454566057764293078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6454566057764293078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6454566057764293078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2009/01/tragedi-kemanusian-tak-terlupakan.html' title='Tragedi Kemanusian Tak Terlupakan'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-5227058983389225230</id><published>2008-12-10T19:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T00:15:43.715-08:00</updated><title type='text'>Lima Tahun Pernikhanku</title><content type='html'>Sahabatku,&lt;br /&gt;Tak terasa 5 tahun sudah perjalanan bahtera rumah tanggaku beralayar.&lt;br /&gt;Susah, senang telah menyertai perjalanan pernikahanku. Aku sangat bersyukur karena sebagian besar hidupku kerasai sebagai sesuatu yang menyenangkan saja. Ini karena memang sesulit apapun aku harus merasakannya sebagai nikmat yang harus disyukuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kebahagian rumah tangga kami adalah karena rasa syukur ini selalu mendapatkan tempat istimewa di hati kami berdua. Rasa syukur inilah yang selanjutnya mendorong energy positif dalam hidup kami. Hidup yang harus dijalani untuk memberikan kemanfaatan kepada sebanyak mungkin kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, &lt;br /&gt;Tahukah engkau, apa yang kami alami dalam hari-hari yang telah kami jalani senantiasa berupa kenikmatan dan kebahagian. Padahal, kami menyaksikan berapa banyak teman kami yang (mohon maaf: lebih kaya secara financial dari kami ternyata kekayaannya itu tak membawanya bahagia). kami tidak memiliki banyak uang, tapi kami merasa apa yang kami butuhkan selalu Allah berikan. Apa yang kami minta juga selalu diberikan Allah. Dan yang amat membahagiakan kami, kami bisa berbagi dengan banyak orang. Tentu melayani orang sesuai dengan apa yang kami miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman.....&lt;br /&gt;Kami merasa apa yang kami cita-citakan selama 5 pernikahan kami ini. Alhamdulillah bisa terwujudkan. Mulai dari masalah uang, rumah, sekolah terbaik untuk anak, pengembangan pendidikan pribadi, dan masalah lainnya. alhamdulillah semuanya dapat kami penuhi. Tentu ini menjadi kebahagian kami berdua. kebahagian yang membuat kami makin bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, kami hanya ingin berbagi kepada kalian. Apapun yang kita hadapi hari ini dalam rumah tangga kita syukurilah. karena dengan bersyukur kita akan menjadi besar, kuat dan optimis menjalani kehidupan "berumahtangga". Bukankah Allah akan menambah kenikmatan orang-orang yang bersyukur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-5227058983389225230?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/5227058983389225230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=5227058983389225230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5227058983389225230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/5227058983389225230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2008/12/lima-tahun-istriku-menemani-hidupku.html' title='Lima Tahun Pernikhanku'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-8528859714700925170</id><published>2008-09-25T02:21:00.003-07:00</published><updated>2009-01-12T00:27:33.948-08:00</updated><title type='text'>Universitas Kehidupan di Meja Makan</title><content type='html'>Hidup di kota besar seperti di Jakarta, bagi sebagian kita sungguh seperti dikejar-kejar. Waktu seperti ‘meneror’ kita. Pagi hari sebagian kita sudah berangkat mencari nafkah. Pulang malam hari. Begitu seterusnya. Berulang hingga menjadi rutinitas dan kebiasaan. Sebagian berdalih bahwa ini adalah tuntutan. Ya, ini bisa kita pahami, sebab di negeri pra sejahtera ini memang sulit mencari uang.  Tapi, haruskah hidup kita diatur oleh uang. Walau segala sesuatunya memang membuhkan uang. Padahal, kebutuhan keluarga kita, terutama anak-anak kita bukan Cuma uang. Ada kebutuhan psikologis yang dibutuhkan saat anak kita dalam masa tumbuh kembang. Saat mereka membutuhkan partner, pendamping dalam perkembangannya, mereka membutuhkan sosok kita sebagai ayah sebagai mentor terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jarang saat ini, kita menjumpai kehangatan-kehangatan yang terbangun atau sengaja dibangun oleh sang Ayah kepada anak-anaknya. Kesibukan ‘mencari uang’ inilah yang membuat kita tak lagi dekat dengan keluarga kita, bahkan  anak kita. Padahal, kita mencari uang untuk mereka. Untuk kehidupan mereka yang lebih baik. Lalu pertanyaannya, apakah kesibukan  yang sering kita atasnamakan untuk mereka harus mengorbankan tugas utama kita dalam mendampingi tumbuh kembang mereka untuk menjadi ‘orang’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah menarik yang patut kita –para ayah renungi, sebuah suasana kehangatan yang sangat sulit ditemui sekarang ini. Kisah ini dituangkan oleh seorang professor pendidikan dari Amerika yang bernama F.Buscaglia. Ia menceritakan Kenangan indahnya bersama Ayah nya dalam buku Papa My Father. Berikut kisahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayah mulai tumbuh dewasa, dunia sedang berada dalam pergantian abad. Pada Masa krisis semacam itu, pendidikan hanya milik mereka yang berharta. Sementara ayah hanyalah seorang anak petani miskin. Ayah putus sekolah saat berada di kelas 5 SD.Beliau berhenti sekolah diikuti protes dari gurunya. Setelah itu, ayah bekerja di sebuah pabrik. Sejak saat itulah kehidupan menjadi sekolah dan tempat belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat yang besar untuk untuk belajar (bersambung dulu yaa sudah masuk waktu shalat ashar....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-8528859714700925170?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/8528859714700925170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=8528859714700925170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/8528859714700925170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/8528859714700925170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2008/09/hidup-di-kota-besar-seperti-di-jakarta_25.html' title='Universitas Kehidupan di Meja Makan'/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-535043678609741176.post-6892763488618841442</id><published>2008-09-25T02:21:00.001-07:00</published><updated>2008-09-25T02:21:53.312-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Hidup di kota besar seperti di Jakarta, bagi sebagian kita sungguh seperti dikejar-kejar. Waktu seperti ‘meneror’ kita. Pagi hari sebagian kita sudah berangkat mencari nafkah. Pulang malam hari. Begitu seterusnya. Berulang hingga menjadi rutinitas dan kebiasaan. Sebagian berdalih bahwa ini adalah tuntutan. Ya, ini bisa kita pahami, sebab di negeri pra sejahtera ini memang sulit mencari uang.  Tapi, haruskah hidup kita diatur oleh uang. Walau segala sesuatunya memang membuhkan uang. Padahal, kebutuhan keluarga kita, terutama anak-anak kita bukan Cuma uang. Ada kebutuhan psikologis yang dibutuhkan saat anak kita dalam masa tumbuh kembang. Saat mereka membutuhkan partner, pendamping dalam perkembangannya, mereka membutuhkan sosok kita sebagai ayah sebagai mentor terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jarang saat ini, kita menjumpai kehangatan-kehangatan yang terbangun atau sengaja dibangun oleh sang Ayah kepada anak-anaknya. Kesibukan ‘mencari uang’ inilah yang membuat kita tak lagi dekat dengan keluarga kita, bahkan  anak kita. Padahal, kita mencari uang untuk mereka. Untuk kehidupan mereka yang lebih baik. Lalu pertanyaannya, apakah kesibukan  yang sering kita atasnamakan untuk mereka harus mengorbankan tugas utama kita dalam mendampingi tumbuh kembang mereka untuk menjadi ‘orang’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah menarik yang patut kita –para ayah renungi, sebuah suasana kehangatan yang sangat sulit ditemui sekarang ini. Kisah ini dituangkan oleh seorang professor pendidikan dari Amerika yang bernama F.Buscaglia. Ia menceritakan Kenangan indahnya bersama Ayah nya dalam buku Papa My Father. Berikut kisahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayah mulai tumbuh dewasa, dunia sedang berada dalam pergantian abad. Pada Masa krisis semacam itu, pendidikan hanya milik mereka yang berharta. Sementara ayah hanyalah seorang anak petani miskin. Ayah putus sekolah saat berada di kelas 5 SD.Beliau berhenti sekolah diikuti protes dari gurunya. Setelah itu, ayah bekerja di sebuah pabrik. Sejak saat itulah kehidupan menjadi sekolah dan tempat belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat yang besar untuk untuk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/535043678609741176-6892763488618841442?l=saunginspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/feeds/6892763488618841442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=535043678609741176&amp;postID=6892763488618841442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6892763488618841442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/535043678609741176/posts/default/6892763488618841442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saunginspirasi.blogspot.com/2008/09/hidup-di-kota-besar-seperti-di-jakarta.html' title=''/><author><name>saunginspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03519027868966584864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_kA7j-rK1fa4/ShF3t0PzbmI/AAAAAAAAAAM/X-H6RqmJy7Y/S220/IMG_0056.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
