Minggu, 07 Juni 2009

Jangan Tunda, Siapkan dari Sekarang

Seorang teman mengeluh kepadaku...... ”Uh... sekolah zaman sekarang pusing ngurusnya, bingung mo masukin anak sekolah, mahal banget....” emangnya berapa pak, tanyaku... ”masuk SDIT uang masuknya ajah Rp6,5 juta”. ”Itu murah pak”, jawabku. ”kemaren di sekolah anakku masuk TK ajach Rp 8 juta-an”,tambahku. Itulah sekelumit dialogku dengan seorang teman yang mengeluhkan biaya pendidikan saat ini.

Beberapa minggu kemudian, temanku mengontakku... ”pak, tolong cariin pembeli dong aku mo jual laptopku, biaya masuk sekolah dah jatuh tempo” Karena sayang dan cintanya yang amat tinggi kepada anaknya tersebut, temanku rela menjual Laptopnya yang kebetulan baru dia beli 4 bulan lalu. Dan setahuku laptop tersebut adalah perangkat utama yang dia gunakan untuk mencari nafkah sehari-hari.

Kita mafhum bahwa biaya pendidikan saat ini sangatlah mahal. Memang ada sekolah murah. Tapi, rasanya banyak orang yang gak tega memasukkan anak ke sekolah tersebut, karena khawatir kualitas pendidikannya rendah. Kita bisa membayangkan kalau pendidikan dasar saja dah mahal bagaimana biaya di perguruan tinggi. Apalagi perguruan tinggi sekarang sudah ”diprivatisasi” melalui Undang-Undang BHP. Berapa dana yang harus kita siapkan nanti, 10 sd 13 tahun yang akan datang... tentu akan lebih mahal lagi.

Belajar dari pengalaman temanku, lewat tulisan ini saya ingin berbagi dengan teman-teman. Banyak di antara orang tua yang ¬ telah sadar bahwa pendidikan itu sangat penting ¬tetapi saya melihat masih sedikit yang mempedulikan persiapan dana pendidikan itu sendiri. Seperti pengalaman teman saya tadi. Seandainya saja ia menabung Rp 200 ribu sebulan ketika anaknya masih berusia 1 tahun. Saya memastikan ia tak lagi harus menjual laptop kesayangannya. Jadi penting ga sich kita menyiapkan dana pendidikan sejak sekarang?

Setidaknya ada 5 hal kenapa kita mesti menyiapkan dana pendidikan anak kita sedini mungkin:

1. Saat ini biaya pendidikan sangat mahal
Saya ingat betul ketika masuk kuliah 11 tahun lalu di sebuah Universitas Negeri di Jakarta, saya hanya membayar uang masuk kuliah sebesar Rp 500.000,- dan uang semesteran hanya sebesar Rp 254.000,-. Dan sekarang ketika saya bertanya dengan salah seorang mahasiswa di almamater saya tersebut ia harus mengeluarkan uang masuk hampir Rp 10 juta dengan uang semesteran lebih dari Rp 2juta. Teman contoh di atas adalah untuk kampus negeri dan memang terkenal paling murah di Jakarta. Tentu kita bisa membayangkan bagaimana kampus swasta papan atas atau menengah, tentu lebih mahal lagi. Dan konon untuk uang masuk saja ada kampus yang memumungut biaya sampai Rp 100 juta. Coba kita bayangkan ke depan andaikan sekarang anak kita berusia 3 tahun berarti 15 tahun yang akan datang. Pasti ini akan membuat kita sesak nafas.

2. Inflasi yang Tinggi untuk Biaya Pendidikan.
Setelah kita tahu bagaimana mahalnya biaya pendidikan, kita juga harus menyadari bahwa perekonomian dunia tak pernah lepas dari inflasi. Kami ingat betul inflasi lebih dari 70% pernah terjadi di tahun 1998. Dan rata-rata inflasi kita 6 s/d 12 persen. Jika kita ambil rata-rata saja 10 % pertahun, kita bisa memperkirakan biaya pendidikan tinggi untuk anak kita 15 tahun kemudian jika biaya masuknya saja sekarang Rp 10 juta berarti sebesar hampir Rp 42.0000.0000,00 dan jika uang masuknya Rp 100.000.000,00 saat ini berarti 15 tahun yang akan datang kita harus menyiapkan dana Rp 420.000.000,00.

3. Standar Pendidikan yang Terus Meningkat
Perkembangan zaman yang begitu pesat membuat standar kehidupan menjadi meningkat pula. Untuk dapat eksis dalam kompetisi ke depan tentu sangat membutuhkan kualitas SDM yang hebat. Hal ini tentunya sangat membutuhkan tenaga-tenaga terdidik. Saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana sulitnya mencari pekerjaan bagi lulusan SMA dan S1. Apatah lagi nanti 15 tahun kemudian, tentunya standar pendidikan minimal akan lebih tinggi lagi.

4. Perkembangan Ekonomi tak Selamanya Baik
Analis ekonomi mengatakan bahwa tahun 2008 ekonomi dunia berada dalam kondisi buruk dan tahun 2009 sampai 1 tahun ke depan kecenderuangan ekonomi masih akan buruk. Kita tak menyangka kalau Amerika yang ekonomi negaranya dikagumi banyak orang ternyata harus terpuruk. Ratusan perusahaan besar di negeri Paman Syam tersebut banyak yang bangkrut. Hal ini pun membawa dampak negatif kepada ekonomi kita. Ke depan ketidakpastian ekonomi pun tetap menghantui negera kita, karena interdependensi ekonomi dunia adalah keniscayaan. Sebagian kita merasakan dampak buruk ekonomi dunia ini terhadap penghasilannya. Jadi bukan tidak mungkin kita yang hari ini tak merasakan, akan ikut juga merasakan dampaknya terhadap ekonomi keluarga kita.

5. Banyak Resiko terhadap Tubuh kita
Kita kadang sering tidak menyadari bahwa tubuh kita lambat laun menua. Semakin tubuh kita menua semakin banyak problem menghampirinya. Mulai dari tenaga yang tak sekuat dahulu, mudah capek, cepat lelah, bahkan gampang sakit-sakitan. Jika ini terjadi maka produktifitas kita dipastikan akan menurun. Bukan tidak mungkin suatu saat kita tak mampu lagi bekerja karena terkena risiko tubuh yang kita tak kehendaki, semisal penyakit atau cacat permanen. Tentu kita berharap dan berdoa kepada Tuhan untuk terhidndar dari hal ini. Jadi, sangat urgen bagi kita yang ingin melihat anak kita tumbuh menjadi sosok yang melampaui kesuksesan kita untuk menyiapkan dana pendidikan selagi kita masih mampu berbisnis atau bekerja.

Setidaknya 5 hal di atas bisa menjadi pertimbangan teman-teman untuk mau dan bisa menyiapkan dana pendidikan anak-anaknya dari sekarang..... salam Bahagia

Bagi Teman-teman yang mo sharing tentang hal di atas. Bisa janjian dengan saya. Silahkan telpon/sms saya di nomor (021) 68962925. Kita bisa bertemu di kantor saya Menara Thamrin Lt.17. atau bisa janjian di tempat lain yang dikehendaki...

Kamis, 28 Mei 2009

Biaya Demokrasi dan Ironi Kemiskinan

Musim kampanye Pilpres sebentar lagi. Rencananya tanggal 2 Juni ini KPU akan memulai kampanye perdana pilpres 2009. Sudah kebanyang di benakku jalan-jalan yang sudah mulai bersih pasca pemilu legislatif lalu akan marak lagi dengan atribut kampanye yang bertebaran tanpa mengindahkan keindahan dan kenyamanan para pengguna jalan. Televisi akan menyiarkan iklan-iklan propaganda calon presiden-wapresnya yang menurutku, sebagian besar adalah janji-janji yang sulit untuk dicapai oleh kandidat yang terpilih. Pengerahan massa untuk menghadiri rapat-rapat akbar kampanye kandidat akan membuat jalan-jalan yang sudah macet menjadi bertambah krodit. Dan seabrek aktivitas yang menurutku mubazir dan ga mendidik bangsa ini.

Tapi, sebenarnya hal di atas bukanlah sesuatu yang paling merisaukanku. Ada satu hal menurutku --yang membuat bangsa ini harusnya-- berpikir serius untuk membuat sistem pemilihan yang lebih efektif dan berkualitas. Efektif dalam artian sistem pemilihan yang mampu menghadirkan keterwakilan yang sesungguhya. Mereka yang yang terpilih seharusnya mereka yang memiliki kapasitas, moralitas dan agenda perjuangan yang jelas dengan biaya yang murah tanpa mubazir. Berkualitas dalam artian prosesnya mengedepankan nilai-nilai sportifitas fairness dan mendorong masyarakat pemilih untuk menjadi pemilih rasional dan cerdas.

Justru yang terjadi pada sistem pemilihan kita menurutku sistem pemilihan yang sangat mubazir, menghambur-hamburkan uang dan sangat tidak berkualitas. Dengan biaya penyelenggaraan dan kampanye kandidat pileg lalu yang menghabiskan ratusan tryliun Rupiah nyatanya tak mampu menjaring kandidat-kandidat yang kita harapkan. Sederet nama legislatif terpilih sebagian besar di luar dugaan kita. Mereka saat ini, lebih karena lebih dikenal masyarakat karena dari kalangan selebritis, dan mereka yang memiliki biaya kampanye besar. Sedangkan mereka yang memiliki idealisme tinggi dan memiliki agenda yang jelas banyak yang tumbang takterpilih.

Ke depan kita dihadapkan oleh tantangan besar angka kemiskinan kita masih tergolong tinggi, krisis ekonomi pun menghantui kita. Tentu banyak dari kita yang berharap dari wakil-wakil terpilih dalam pileg kemarin dan juga presiden dan wakil presiden terpilih kelak. Janganlah biaya besar yang telah dikeluarkan untuk membiaya pesta politik ini menjadi amat mubazir dan sia-sia belaka. Alangkah bahagianya kaum miskin apabila seandainya alokasi dana kampanye tersebut dialihkan menjadi kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kualitas dan martabat mereka.

Sekali lagi kami menghimbau kepada tim sukses capres untuk lebih bijak mengalokasikan dananya dalam kampanye pilpres besok. Jangan hamburkan uang yang bagi sebagian besar orang sulit untuk mendapatkannya bahkan hanya sekedar untuk makan 1 hari sekali saja. Ayo kita didik masyarakat ini dengan kampanye-kampanye cerdas dengan biaya murah.... kami akan pilih Anda yang punya kepedulian kepada kami bukan sekadar lips service, simbolistik apalagi penuh dengan kepura-puraan.... Perigi baru, 29 Mei 2009

Minggu, 19 April 2009

Ayo Para Guru Menabung Untuk Ibadah Haji

PENDAHULUAN

Sebagian besar dari umat Islam menginginkan untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah minimal sekali dalam seumur hidupnya, karena selain menunaikan ibadah haji adalah ibadah wajib yang termasuk dalam rukun Islam, ibadah haji juga memberikan pengalaman spiritual dan emosional yang luar biasa bagi mereka yang telah melakukannya.

Namun, dari sebagian besar umat Islam yang mencita-citakan dirinya untuk pergi menunaikan ibadah ke tanah suci ini, hanya sebagian kecil saja yang mampu mewujudkannya. Hal ini sangat wajar karena, ibadah wajib yang satu ini memang membutuhkan dana yang cukup besar. Biaya yang cukup besar inilah yang menjadi kendala terbesar bagi penduduk muslim di negeri ini untuk menunaikan ibadah haji.

Sebenarnya, hal ini tidak perlu terjadi, jika setiap muslim memiliki tekad yang kuat dan persiapan yang matang untuk mewujudkan impiannya untuk pergi ke Baitullah tersebut. Salah satu persiapan yang matang adalah dengan melakukan perencanaan keuangan yang terprogram (Financial Planning) sedini mungkin. Menentukan cara menabung Anda, berapa besaran yang harus dikeluarkan untuk mencapai impian Anda tersebut dan kemana uang ini diinvestasikan adalah menjadi bagian terpenting dari perencanaan keuangan. Dan sesungguhnya inilah konsen dan komitmen yang akan kami lakukan untuk umat Islam, khususnya untuk mereka yang ingin berangkat menunaikan ibadah haji.

Oleh karenanya perkenankan kami, Prudential Financial Advisor (PFA) PT. Prudential Life Assurance yang bergabung dalam Agency Prodigy untuk memperkenalkan suatu bentuk Tabungan PAA ++ Syariah (Tabungan Investasi dan Proteksi) untuk menjadi solusi yang dapat menjawab keinginan Anda untuk menunanaikan ibadah haji dengan cara mudah dan murah.

KOMITMEN LAYANAN KAMI

Adapun komitmen kami Prudential Financial Advisor (PFA) yang kami tawarkan kepada Anda adalah :

1. Membantu nasabah dalam merencanakan keuangannya untuk keperluan menunaikan ibadah haji berdasarkan besaran income sesuai dengan waktu yang diinginkan

2. Memberikan solusi-solusi investasi yang menguntungkan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat resiko yang mau diambil.

3. Memberikan pelatihan perencanaan keuangan kepada nasabah dengan biaya investasi yang sangat murah bahkan gratis.

4. Menjadi fasilitator kegiatan seminar perencanaan keuangan syariah kepada institusi/nasabah.

PRODUK SYARIAH YANG KAMI KEMBANGKAN

Berbekal sukses memasarkan produk unit link, prudential Indonesia pun berinisiatif untuk meluncurkan produk unit link berbasis syariah padah bulan September 2007. Mengulangi sukses terdahulu Produk Unit Link Syariah ini pun menjadi pemimpin pasar (market leader) di Indonesia untuk segmen syariah. Saat ini, seperempat penerimaan premi unit link Prudential berasal dari produk berbasis syariah ini. Tahun 2008 Prulink Syariah membukukan nilai pendapatan lebih dari Rp 800 Milyar.

Apakah Prulink Syariah itu? Yakni Produk asuransi jiwa prudential yang dikaitkan dengan investasi yang memberikan perlindungan asuransi jiwa sekaligus keuntungan berinvestasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Produk ini dibagi menjadi 2 katagori, yakni: Prulink Syariah Assurance Account (PAA Syariah) yang selanjutnya dikenal dengan nama tabungan PAA ++ Syariah dan Prulink Syariah Invenstor Account (PIA) Syariah.

MANFAAT TABUNGAN PAA ++ SYARIAH

Manfaat yang kami tawarkan adalah:

1. Manfaat kematian (Death Benefit) berupa santunaan kepada ahli waris peserta.

2. Manfaat cacat total dan tetap (total and permanent disability), santunan kepada peserta apabla mengalami cacat tetap.

3. Pilihan manfaat asuransi tambahan (riders) yang lebih banyak. Seperti pembebasan premi jika terkena risiko penyakit kritis, tunjangan rawat inap, santunan apabila terkena penyakit kritis, manfaat santunan kecelakaan dll.

4. Dapat menambah nilai uang pertanggungan setiap saat.

5. Dapat menentukan sendiri besarnya komposisi nilai proteksi dan investasi

6. Dapat melakukan pengalihan dana (fund switching)

Ada 3 pilihan invenstasi yang dapat dipilih sesuai dengan tingkat resikonya masing-masing.

PILIHAN INVESTASI

PROFIL RESIKO

Prulink Syariah Rupiah Equity Fund

Investasi saham resiko tinggi

Prulink Syariah Rupiah Managed Fund

Investasi seimbang resiko sedang

Prulink Syariah Fixed Income Fund

Investasi obligasi risiko sedang

LANDASAN SYARIAH

1. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunannya yang lemah di belakang mereka yang mereka mengkhawatirkan kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mereka bertutur kata yang benar. (surat Annisa: 9-10)

2. Barang siapa menghilangkan kesusahan muslim di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan kesusuhannya di akhirat kelak. (Hadits Riwayat Ibnu Majah)

PERLUNYA TABUNGAN PAA++ SYARIAH

Pada dasarnya seseorang bekerja atau menjalankan bisnis dalam rangka mencari uang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Dan biasanya sebagian dari pendapatannya ditabung untuk keperluan masa depan yang lebih baik, seperti: pendidikan anak yang lebih tinggi, dana darurat , memenuhi keinginannya yang masih tertunda seperti membeli kendaraan, rumah dan tentunya juga menunaikan ibadah haji.

Namun seiring berjalannya waktu, ada hal tertentu yang tak terprediksi (risiko) dan mungkin terjadi, suatu musibah misalnya, berupa stroke, kanker, kanker atau penyakit kritis lainnya, yang mengharuskan kita berobat, atau peristiwa kecelakaan dan meninggal dunia

Untuk mengatasinya tidak jarang, di antara kita harus mengambil tabungan yang lama kita kumpulkan, bahkan bila masih tidak cukup tidak sedikit yang harus menjual assetnya. Kondisi sakit yang demikian, membuat kita berhenti bekerja dan otomatis akan menyebabkan berhentinya penghasilan. Apabila ini terjadi tentu kita tak mampu lagi menabung. Jika hal ini terjadi bagaimana dengan cita-cita atau keinginan kita yang masih tertunda semisal ibadah haji yang kita rencanakan sebelumnya. Bisa diperkirakan kita urung menunaikannya.

Tapi jangan khawatir dahulu, Tabungan PAA ++ Syariah, memberikan suatu solusi untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Dengan prinsip risk sharing sesuai syariah, Insya Allah kita tetap dapat melanjutkan mencapai cita-cita kita pergih haji atau mencapai keinginan financial kita di masa datang.

Sekedar illustrasi,: semisal Bapak/ Ibu A yang berumur 27 tahun menabung di PAA ++ Syariah Rp. 2.000.000/bulan dan saat di bulan ke 4, Bapak/ Ibu A kurang beruntung, beliau mengalami musibah atau di diagnosa oleh dokter terkena penyakit kanker/ jantung atau terkena stroke dan dokter memerlukan biaya setidaknya Rp. 250.000.000,-..

Tabungan PAA ++ syariah akan membantu mengatasi masalah Bapak /Ibu A ini atas musibah yang muncul tiba-tiba seperti ini (kejadian yang terprediksi seperti ini bisa terjadi pada semua orang), dengan membayarkan sejumlah klaim ke Bapak / Ibu A sebesar Rp. 250.000.000,- dan selanjutnya Bapak / Ibu A ini akan ditabungkan sebesar Rp. 2.000.000,-/bulan (sesuai jumlah premi yang ia tabungkan di Prulink Syariah tiap bulannya) sampai waktu tertentu sesuai jangka waktu manfaat yang diambil/ setujui bersama saat Bapak/ Ibu A ini mengambil polis di Prudential Life Assurance. Dengan demikian cita-cita ingin pergi naik haji pada waktu yang direncakan Insya Allah masih dapat terwujud.

PENAWARAN TABUNGAN PAA ++ SYARIAH

Sebagai bentuk kepedulian Bapak/Ibu sebagai pimpinan para guru dan karyawan, tentu ingin memberikan kesejahteraan yang terbaik kepada mereka. Salah satu bentuknya adalah memberikan kemudahan atau fasilitas kepada mereka yang ingin menunaikan ibadah haji. Dengan memberikan perhatian ekstra kepada mereka, hal ini tentunya akan berdampak pada meningkatnya loyalitas guru dan karyawan kepada institusi yang Bapak/Ibu pimpin.

Karenanya kami ingin sekali membantu Bapak/Ibu, dengan memenawarkan program yang dapat menjamin terwujudnya cita-cita atau keinginan para guru dan karyawan yang ingin menunaikan ibadah haji tersebut. Selain untuk keperluan menunaikan ibadah haji, tabungan ini juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan tabungan pensiun atau hari tua para guru dan karyawan. Karenanya, kami berharap Bapak/Ibu memberikan kesempatan untuk kami mempresentasikan tabungan PAA++ Syariah ini.

.

CONTOH PERKIRAAN DARI ILUSTRASI DAN MAFAAT YANG DIDAPAT

Tabel ilustrasi disesuaikan umur karyawan, tabungan pensiun, tabungan masa depan.

Keterangan :

1. Produk : PRUlinkSyariah Assurance Account (Rupiah).

2. Usia : Disesuaikan dengan usia tertanggung diulang tahun berikutnya.

3. Jenis Kelamin : PRIA / TIDAK MEROKOK

4. Manfaat diterima :

A. Tabungan / nilai tunai yang terbentuk, saat karyawan pensiun berusia 55 / 65 thn. Dgn tingkat margin lebih 20%.

B. Santunan meninggal / Uang Pertanggungan . Rp 50.000.000,00

C. PADD = PRUpersonal Accident Death & Disablement. Sebesar Rp 100.000.000,00

Bila tertanggung meninggal/cacat tetap total DIKARENAKAN kecelakaan, santunan PADD ini akan dibayarkan 100%.

Bila tertanggung meninggal atau cacat tetap total DIKARENA-KAN naik angkutan penumpang umum yang resmi dari Peme-rintah, jumlah ini akan dibayarkan 200%-nya. (misal : pesawat terbang regular, angkutan bis antar kota, kereta api).

D. Crisis Cover = Santunan Jika terkena penyakit kritis seperti jantung,struk dll. Sebesar Rp 30.000.000,00

E. Pru Payor= Pembebasan setoran sampai usia 65 tahun Rp 3.600.000,00 per tahun apabila peserta terkena penyakit krisis atau cacat tetap.

5. Pembayaran Premi : Rp. 300.000,- / bulan / karyawan, selama 10 tahun

TABUNGAN MASA PENSIUN (Rp.)

Dalam ribuan

MANFAAT MENINGGAL PADA USIA 55 ATAU 65

(Rp.) dalam ribuan

MANFAAT PADD*) (Rp)

NO

USIA TER-TANGGUNG SAAT MASUK

55 THN

(000)

65 THN

(000)

55 THN

(000)

65 THN

(000)

1

25 THN

724,385

2,875,486

774,385

2,158,520

100 JT

2

30 THN

341,029

1,324,596

391,029

1374,596

100 JT

3

35 THN

154,622

570,476

204,622

620,476

100 JT

4

40 THN

67,845

219,415

117,845

269,415

100 JT

5

45 THN

31,437

72,126

81,437

122,126

100 JT

Catatan : Illustrasi ini sifatnya memperkirakan jumlah yang akan diterima nasabah saat kejadian terjadi/ pencairan klaim, dengan tingkat MARGIN rata-rata sekitar 15%. Dan saat ini rata-rata MARGIN riil di Prudential di atas 20%.

Atas perhatian Bapak/Ibu dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk dapat menyampaikan kabar baik ini, dalam meningkatkan dan melindungi keuangan pribadi para karyawan maupun keluarganya, kami mengucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb,

Nur Jamaludin (021) 68962925

Selasa, 31 Maret 2009

The Power of Forgiveness

“ … dan hendaknya mereka (mau) mengampuni dan memaafkan (di antara sesama mereka yang bersalah). Tidak sukakah kamu bahwasanya Allah akan menghapuskan dosa bagimu (dengan kamu mau mengampuni dan memaafkan sesama saudaramu), sementara Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang?” (Annur :22).

Dalam hidup ini tak ada satupun orang yang tak pernah membuat kesalahan. Bahkan, kesalahan pun pernah dilakukan oleh seorang nabi yang maksum (terlindungi dari perbuatan dosa). Masih ingatkah Anda dengan peristiwa yang diabadikan Allah dalam ayat-ayat awal surat Abbasya. Dikisahkan dalam ayat tersebut bagaimana Alah menegur nabi yang tanpa kesengajaanya sedikit mengabaikan seorang buta bernama Abdullah bin ummi maktum yang dalam pandangan Allah lebih mulia karena memiliki ketulusan untuk belajar agama kepada nabi. Tapi, sifat kemanusiaan nabi saat itu, ternyata lebih memberikan perhatian yang powerfull kepada seorang pembesar quraisyi. Padahal menurut Allah pembesar quraisy tersebut bukanlah orang yang serius belajar agama kepada nabi. Terhadap peristiwa ini, Allah menegur nabi Muhammad saw untuk tidak memandang remeh orang-orang yang di hadapan manusia tampak dipandang remeh seperti ummi maktum yang buta ini. Nabi pun menyadari kesalahannya dan saat itu pula beliau bertaubat dan memohon ampunan dan maaf dari Allah swt.

Masih ingatkah Anda dengan peristiwa perjalanan nabi Muhammad ke Thaif. Ketika itu nabi mendapatkan penentangan yang amat luar biasa dari penduduk Thaif. Nabi dilempari oleh batu hingga darah keluar dari anggota tubuh nabi. Malaikat Jibril yang menyaksikan hal tersebut marah luar biasa sehingga ia meminta kepada nabi untuk memberikan pertolongan kepadanya dengan meminta izin kepada nabi untuk melemparkan gunung uhud kepada mereka. Tadi tak mengiyakan apa yang diminta Malaikat Jibril. Tapi nabi hanya berkata singkat, ”sesungguhnya mereka tidak mengetahui apa yang ia perbuat”. Nabi pun memaafkan penduduk Thaif tersebut.

Dari 2 kisah di atas kita bisa memahami bahwa sesungguhnya dalam hidup ini, kita pernah berbuat salah, dimana hal tersebut sangat mungkin akan menyakiti, menyinggung, melukai perasaan orang lain dan kita pun pernah menjadi korban dari kesalahan orang lain. Allah dan nabi Muhammad telah memberikan contoh yang menjadi terbaik untuk kita menjalani hidup ini. Allah mengampuni nabi Muhammad, sedangkan nabi Muhammad memberikan maaf atas kesalahan penduduk Thaif kepadanya. Inilah sikap yang amat luar biasa, yang selanjutnya menjadi kisah-kisah terindah dalam perjalanan hidup nabi. Dengan sikap inilah selanjutnya nabi menjadi pemimpin besar dan orang paling berpengaruh di dunia ini.

Meminta maaf dan memaafkan dalam hidup ini sejatinya harus menjadi sikap yang harus dimiliki semua orang karena tak ada satu pun manusia yang selalu benar dalam melangsungkan kehidupannya. Manusia bukanlah makhluk sempurna yang tak pernah luput dari kesalahan,kekhilafan dan kekurangan. Bukankah nabi pernah bersabda: ”setiap anak Adam adalah pelaku kesalahan dan sebaik-baiknya pelaku kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.(HR. At-Tarmidzi, Ibn Majah dan Al Hakim).

Umar Fayumi, dalam sebuah artikelnya yang di tulis di majalah Noor. Mengingatkan kita betapa memaafkan memiliki manfaat yang amat luar biasa bagi perkembangan kejiwaan kita. Dengan memaafkan, lanjut Umar kita akan merasa enjoy dan lebih bisa dalam menikmati hidup degan perasaan riang dan senyum mengembang di bibir. Hari-hari yang selalu dipenuhi dengan kelapangan hati, keterbukaan diri, kesadaran, ketengangan diri dan kesadaran untuk selalu berbuat yang terbaik untuk orang lain akan memberikan stimulus positif yang mampu melahirkan energi untuk berprestasi.

Mengembangkan sikap memaafkan kesalahan orang lain memberikan kesempatan kepada kita untuk menutupi segala lembar kisah masa lalu yang kelam dan negatif dan membuat kita selalu mengawali hari baru degan lembaran baru yang putih bersih dan siap ditoreskan dengan prestasi emas. Kesempatan ini akan memberikan kesempatan kepada kita untuk lebih berorintasi ke depan dengan melihat masa lalu sebagai alat belajar untuk menyelesaikan permasalahan yang kelak muncul di depan.

Allah berfirman: ”Ambillah sikaf memaafkan dan perintahkan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh.” (QS. Al A’raf:199). Dari peritah Allah tersebut sesungguhnya memaafkan adalah sebuah sikap yang menunjukkan kesalehan pribadi kita yang membuktikan bahwa diri kita adalah orang yang memiliki kebesaran hati menerima orang lain sesuai dengan proporsinya. Manusia adalah makhluk yang tak pernah lepas dari kesalahan dan khilaf yang saat itu orang lain berbuat salah kepada kita dan mungkin saja di hari-hari selanjutnya kita yang melakukan kesalahan kepada orang lain. Tak kalah pentingnya, saat kita memaafkan berarti kita sedang mengalihkan fokus perhatian kita dari kejadian negatif yang menimpa diri seseorang kepada fokus lain yang lebih positif. Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh yang positif juga terhadap tindakan-tindakan kita. Ayo mudahkan diri kita memaafkan (Universitas Mercu Buana, 8 Maret 2009).

Class Action Korban Situ Gintung

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Teman, pagi ini kita dikejutkan dengan musibah jebolnya tanggul situ gintung di Cirende Ciputat Tangerang Selatan Banten. Hujan deras sejak Kamis sore lalu membuat isi situ luber. Air dengan kapasitas lebih 2 juta kubik yang tak tertampung di dalam situ berhasil menjebol tanggul hingga 25 meter persegi.

Tak bisa dibayangkan bagaimana, laju air tersebut menghajar pemukiman penduduk yang hanya berada 12 meter di pinggir tanggul dan berada di bawar tanggul tersebut. Dalam waktu singkat air tersebut telah menghancurkan dan menyeret rumah-rumah yang berada dibawahnya. Dan yang sangat mengharukan adalah kisah di pagi buta setelah azan subuh tersebut juga ikut menghanyutkan ratusan penghuni rumah yang kebanyakan masih terlelap dalam tidurnya. Korban jiwa sampai tulisan ini dibuat berdarkan catatan tv one sekitar 54 orang. Ratusan orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Kerugian material belum bisa dihitung, tapi dari salah seorang korban saja sudah ada yang menghitung kerugian materil sekitar Rp 800juta sampai Rp 1 Milyar. Melihat banyak rumah dan tempat usaha yang hancur bisa jadi kerugian mencapai ratusan milyar. Hal ini seperti disampaikan Maimun seorang pengusaha mebel yang kehilangan seluruh bengkel produksinya tanpa ada sisa satu pun barang maupun properti lainnya. Semua harta bendanya di bengkel tersebut hanyut terbawa arus. Bahkan, 2 orang pekerjanya ikut hanyut dan tewas.

Teman, musibah ini cukup mengangkat simpati publik. Tak kurang wakil presiden dan presiden bergantian untuk segera mengunjungi lokasi kejadian. Bahkan, presiden sendiri hari ini telah mengorbankan waktu cutinya untuk berkampanye di Serang. Ia lebih memilih untuk memberikan rasa simpati kepada korban bencana dengan mengunjunginya langsung ke lokasi.

Terlepas dari hal tersebut di atas, ada satu sisi yang saya coba angkat di sini. Dalam sebuah pemberitaan tadi pagi di TV One diungkapkan bahwa kerusakan pada tanggul Situ Gintung sudah terjadi atau berlangsung selama 2 tahun. Warga jug telah meminta pihak terkait untuk melakukan perbaikan. Tapi, hingga musibah terjadi hal ini belum juga kesampaian alias diperbaiki.

Menurut Saya ini hal serius yang harus mendapat perhatian semua pihak. Jika benar ungkapan warga lokasi sekitar seperti di kutip TV One. Kita patut meminta pertanggungjawaban publik kepada pajabat terkait. Mengingat dampak musibah ini telah mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit dan juga korban jiwa yang cukup besar, maka laporan warga seperti diberitakan TV One patut ditindaklanjuti.

Tanpa bermaksud untuk memperkeruh situasi atau menambah beban psikologis para korban serta menggangu kinerja tim yang terlibat dalam evakuasi korban. Menurut saya perlu untuk membentuk tim independen untuk melakukan investigasi lebih jauh laporan warga tentang kerusakan yang telah terjadi sejak dua tahun silam.

Sejauh mana kerusakan tersebut terjadi, apakah memang kerusakan tersebut berpotensi untuk menimbulkan bencana seperti yang terjadi saat ini? Jika memang hal ini terjadi kita perlu juga mengetahui kenapa kerusakan yang terjadi dibiarkan sampai 2 tahun tanpa perbaikan? Jika memang ada kelalaian dari pihak-pihak terkait, misalnya dengan sengaja tidak melakukan perbaikan hal ini harusnya bisa kita mintai pertanggungjawabannya. Jadi jika ini terjadi seharusnya para korban bisa melakukan class action.

Terakhir, saya berdoa semoga para korban mendapatkan ampunan dari Allah dan di terima di sisi Allah swt. Dan para keluarga korban diberikan ketabahan untuk menghadapi ujian ini.(Petukangan, 27/03/9)

Senin, 23 Maret 2009

Caleg Bermasalah

Dua hari lalu saya menyaksikan berita liputan kampanye salah satu parpol di Medan, Sumatera utara. Rasanya miris sekali hati ini menyaksikan berita tersebut. Apa yang membuat saya miris adalah bagaimana bisa seorang caleg yang selalu berkoar-koar ingin membela kepentingan rakyat kecil justru ketika kampanye melakukan perbuatan tak terpuji membohongi pedagang sate jinjing.

Dalam pemberitaan tersebut, seorang pedagang sate jinjing tampak marah-marah kepada sang caleg dari Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI). Pasalnya, ketika ia menagih bayaran atas sate yang dijualnya kepada sang Caleg yang sebelumnya memesan untuk para simpatisannya ia tak mau membayarnya. Sang caleg mungkir kalau dia telah memesannya.

Saya berpikir, beginikah profil caleg kita? Kalau hanya sekadar membayar sate yang cuma ratusan ribu Rupiah saja ia tak mau membayar apa yang ia pesannya, ini sangat keterlaluan. Padahal, bagi pedagang sate omset jualan dia saat itu sangatlah berarti bagi kelangsungan usahanya. Bagaimana perasaan keluarganya yang berharap banyak dari hasil penjualan sate hari itu. Sungguh terlalu, itulah ungkapan yang bisa kita ungkapkan terhadap kejadian tersebut. Lalu apa sebenarnya yang mau diperjuangkan sang caleg? Kalau baru kampanye saja sudah mempertontonkan kebohongan. Bisakah dia dipercaya mengemban amat besar untuk memperjuangkan aspirasi rakyat kecil.

Somoga kejadian di atas hanyalah kasuistik saja. Peristiwa ini, cukup membuat saya berpikir lebih jauh apakah potret caleg bermasalah semacam ini adalah gambaran umum dari caleg-caleg yang sekarang sedang ”manggung” di pentas demokrasi. Sekali lagi saya berharap, ini hanya kasuistik saja. Tapi, koq saya jadi teringat dengan berita beberapa hari sebelum kampanye. Ada berita caleg mencuri kelapa sawit untuk modal kampanye, ada lagi cerita caleg memperkosa anak di bawah umur dan yang teranyar tadi malam saya juga menonton berita caleg digelandang ke mapolsek karena menggelapkan dana bantuan pembangunan masjid untuk modal kampanyenya.

Teman, sudah sepatutnnya kita sebagai pemilih harus benar-benar teliti sebelum memutuskan memilih. Kenali dulu siapa yang mau kita pilih. Jangan sampai suara kita diberikan kepada mereka yang orientasi pencalegannya tidak jelas seperti ingin cari uang saja atau popularitas saja atau orientasi-orientasi lainnya yang sangat sarat dengan kepentingan pribadi saja. Suara kita haruslah kita berikan untuk mereka yang benar-benar ingin berjuang untuk masyarakat khususnya mereka yang di bawah garis kemiskinan, mereka yang termiskinkan secara sistematis.

Masa kampanye ini, ayo kita manfaatkan untuk benar-benar memperhatikan siapa-siapa yang layak kita berikan amanah. Mereka yang pantas tentunya adalah mereka yang bersih, amanah, cerdas, berani, peduli, memiliki visi perjuangan, punya track record baik di masyarakat. Tanpa harus skeptis terhadap apa yang saya paparkan di atas, saya yakin masih ada mereka yang memiliki karakteristik di atas. Selamat menikmati pesta demokrasi. Semoga akhir dari pesta ini segala harapan kita tentang masa depan bangsa ini dapat terwujud. (Pondok Parigi Indah, 21 Maret 09).

Bagaimana Merancang Dana Pendidikan Anak Anda

”Dan Hendaklah takut orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itulah hendaknya mereka bertakwa kepada Allah swt dan hendaklah mereka berkata yang benar”. (surat AnNisa: 9)

Dalam tulisan berikut saya ingin mencoba lebih teknis lagi membantu teman-teman untuk merencanakan bagaimana seharusnya kita menyiapkan rancangan dana pendidikan untuk anak-anak kita tercinta.Tapi sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit apa itu perencanaan keuangan? Perencanaan adalah cara kita dalam menyiapkan kebutuhan jangka panjang yang berkaitan dengan kebutuhan keuangan seperti menyiapkan biaya pendidikan bagi putra-putri kita , menyiapkan biaya kehidupan ketika pensiuan nanti, membangun bisnis, termasuk untuk mempersiapkan bila resiko kehidupan terjadi kepada diri kita seperti terkena penyakit kritis, cacat total bahkan meninggal dunia.

Jadi, mempersiapkan dana pendidikan anak termasuk dalam perencanaan pendidikan jangka panjang. Hal ini tentunya memerlukan strategi khusus dan persiapan yang matang. Sebab, anak adalah titipan Tuhan dimana hak-hak anak haruslah kita persiapkan dan berikan sebaik mungkin. Salah satu hak tersebut adalah mendapatkan pendidikan yang terbaik. Pentingnya pendidikan terbaik bagi anak-anak kita adalah karena pendidikan menjadi salah satu faktor kunci bagi bagi kesuksesan anak kita dalam menghadapi hidupnya kelak.

Hal lain yang membuat menyiapkan pendidikan terbaik bagi anak kita menjadi sangat urgent adalah karena dari tahun ke tahun biaya pendidikan, terutama pendidikan tinggi mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Adapun tantangan ke depan juga menjadi kendala tersendiri bagi anak-anak kita. Sudah dapat dipastikan bahwa standar pendidikan ke depan menjadi lebih tinggi lagi dari sekarang. Kita bisa membayangkan ke depan bagaimana sulitnya menghadapi persaingan kerja dan bisnis. Jika saat ini saja lulusan-lulusan sarjana S1 banyak yang tersingkir dari bursa kerja. Apatah kelak yang akan terjadi dengan anak-anak kita. Tentu, Sarja S1 sudah sangat tidak mencukupi lagi untuk ia bersaing dengan derasnya globalisasi yang berimplikasi pada pasar tenaga kerja global.

Karenanya ada hal-hal yang perlu menjadi perhatian kita untuk dipersiapkan. Hal tersebut adalah:

1. Jenjang pendidikan Anak.
Jenjang pendidikan dimulai dari TK, SD, SMP, Pendidikan tinggi atau Universitas. Sebagian orang merasa perlu untuk memasukkan anaknya di Playgroup sebelum masuk TK. Kebanyakan orang tua menyiapkan anak sekolah hingga S1, sebagian lagi mempersiapkan anaknya untuk sekolah hingga jenjang S2. Banyak pula dari orang tua yang memberikan pendidikan tambahan luar sekolah kepada anak-anak.

Jenjang pendidikan inilah yang menjadi pertimbangan berapa sesungguhnya biaya yang harus kita persiapkan untuk anak-anak kita. Karenanya, kita sebagai orang tua sudah bisa merencanakan sampai tingkat atau level apa anak-anak kita bersekolah. Apakah kita mulai dari Playgroup hingga S1 atau langsung masuk TK atau SD, hingga S2.

2. Si Kecil mau sekolah dimana?
Apakah anak mau kita akan masuk sekolah negeri atau swasta. Di dalam atau Di luar Negeri. Hal ini bisa menjadi bahan perkiraan berapa dana yang sebetulnya kita butuhkan untuk buah hati kita. Tentu berbeda biaya sekolah negeri dengan swasta. Preferensi ini sangat ditentukan dengan kondisi keuangan kita. Tentu prinsip utamanya adalah memilihkan pendidikan terbaik sesuai dengan kondisi keuangan kita.

3. Cari Informasi dana yang dibutuhkan di sekolah tersebut.
Untuk mengetahui beberapa sesungguhnya dana pendidikan untuk anak-anak kita tak ada jalan lain selain kita mencari tahu berapa masing-masing dana yang dibutuhkan untuk setiap level pendidikan yang akan dijalaninya.

4. Menghitung berapa tahun anak akan menjalani sekolahnya.
Jika sudah kita ketahui rencana masa pendididikan anak-anak kita dan kita sudah tahu seberapa besar biaya yang diperlukan maka hitunglah nilai akan datang (future value) dari biaya tersebut dengan memperkirakan angka inflasi setiap tahunnya. Kita pun InsyaAllah akan mengetahui sebarap besar kebutuhan biaya yang akan diperlukan. Selanjutnya hal ini akan memudahkan kita untuk melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai cita-cita dan keinginan tersebut. Selamat merencanakan keuangan. Insya Allah tulisan berikut saya akan mengupai sebuah produk unit link sebagai salah satu metode perencanaan keuangan yang bisa membantu Anda untuk mencapai masa depan yang lebih baik. (Pondok Parigi Indah, 23/03/09)